Pengunjuk rasa rompi kuning dalam unjuk rasa di Paris, Prancis, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/Zakaria ABDELKAFI)
Pengunjuk rasa rompi kuning dalam unjuk rasa di Paris, Prancis, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/Zakaria ABDELKAFI)

Demo BBM Prancis Meluas ke Belgia dan Belanda

Internasional belgia prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 09 Desember 2018 11:06
Brussels: Unjuk rasa menentang penaikan pajak bahan bakar minyak di Prancis terus bergulir, Sabtu 8 Desember 2018. Dalam pekan keempat ini, sejak pertama kali meletus pada pertengahan November, aksi unjuk rasa meluas ke Belgia dan juga Belanda.
 
Di Brussels, ibu kota Belgia, ratusan demonstran menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Charles Michel. Mengikuti gerakan di Prancis, sebagian pengunjuk rasa kompak mengenakan rompi berwarna kuning.
 
Kepolisian Belgia menggunakan semprotan merica untuk membubarkan massa yang berusaha menerobos barikade ke Parlemen Eropa dan beberapa gedung penting lainnya milik Uni Eropa. Aksi protes ini mengganggu arus lalu lintas menjelang libur Hari Raya Natal di Belgia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengibarkan spanduk bertuliskan "musim dingin sosial akan datang," para pedemo meneriakkan slogan, "(Presiden Prancis Emmanuel) Macron, Michel mundur." Puluhan orang di sejumlah stasiun kereta diperiksa aparat dan diimbau untuk tidak mengikuti aksi di ibu kota.
 
Baca:Jelang Demo, KBRI Paris Imbau WNI Waspada
 
Sementara di kota Rotterdam, Belanda, ratusan demonstran rompi kuning juga berunjuk rasa, namun relatif damai. Mereka berjalan di area Jembatan Erasmus sembari menyanyikan lagu mengenai Belanda dan memberikan bunga kepada para pejalan kaki.
 
Beb dan Ieneke Lambermont, dua orang lanjut usia, mengikuti aksi damai ini. "Anak-anak kami adalah pekerja keras, tapi mereka harus membayar banyak pajak. Sulit untuk mendapatkan rumah. Kondisi sedang tidak baik di tengah masyarakat Belanda," tutur Ieneke, seperti dikutip dari kantor berita CTV.
 
"Jaring kesejahteraan sosial di era kami sudah tidak ada lagi saat ini. Pemerintah tidak hadir untuk rakyat, dan hanya mementingkan kepentingan sendiri dan kelompok," lanjut dia.
 
Baik Belgia maupun Belanda tidak memiliki rencana menaikkan pajak BBM seperti di Prancis. Unjuk rasa di Prancis tetap bergulir meski pemerintahan Macron memutuskan menunda rencana penaikan pajak BBM.
 
Dalam pekan keempat ini, demonstran di Prancis tidak lagi hanya menyinggung soal BBM, tapi mengecam pemerintahan Macron secara umum. Pemerintah Macron menilai ada beberapa penyusup yang sengaja memanfaatkan gerakan ini untuk kepentingan tertentu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi