NATO akan Gelar Latihan Militer Terbesar
Latihan NATO di pantai Penheiro da Cruz pada 2015. (Foto: AFP)
Brussels: Sekitar 50 ribu personel militer bersiap untuk berpartisipasi dalam latihan militer terbesar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sejak berakhirnya Perang Dingin. Latihan akan digelar di Norwegia pada Kamis 25 Oktober.

Bertajuk Trident Juncture 18, latihan militer ini bertujuan melatih mobilisasi pasukan NATO saat harus melindungi salah satu mitra yang diserang musuh. Latihan dijadwalkan digelar hingga 7 November.

Kepala Komando Pasukan Gabungan NATO, Laksamana James Foggo dari Amerika Serikat, menyebut latihan ini bertujuan "menunjukkan bahwa NATO mampu bertahan melawan segala jenis musuh. Bukan negara tertentu saja, tapi siapapun, pihak manapun."


Rusia, yang melakukan latihan militer terbesar pada September di perairan Far East, tidak diidentifikasi secara resmi oleh NATO sebagai musuh. Namun nama Rusia berada di benak NATO dan semua mitranya sejak Krisis Ukraina berakhir pada 2014.

Baca: Unjuk Gigi, NATO Gelar Latihan Militer 30 Negara

"Rusia bukan ancaman militer terhadap Norwegia," ucap Menteri Pertahanan Frank Bakke-Jensen kepada kantor berita AFP, Selasa 23 Oktober 2018.

"Namun dalam situasi keamanan yang kompleks seperti saat ini, sebuah insiden dapat memicu ketegangan di Utara, dan kami ingin mempersiapkan Aliansi (NATO) untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," tambah dia.

Serangkaian latihan NATO dijadwalkan usai Presiden AS Donald Trump berulang kali mengeluhkan bahwa para anggota organisasi tersebut kurang berkontribusi dalam hal pendanaan. Namun belum lama ini, Menhan AS James Mattis meyakinkan para anggota NATO bahwa Washington tetap berkomitmen kuat terhadap Aliansi.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id