Program ini bertujuan mendemonstrasikan kekuatan militer konvensional dan juga mengirim pesan peringatan kepada pihak-pihak yang mungkin akan menjadi musuh NATO.
Latihan bertajuk Trident Juncture telah dimulai dan akan terus berguling sepanjang November di Portugal, Spanyol dan Italia. Trident Juncture melibatkan 36 ribu prajurit, kelasi dan pilot dari sekitar 30 negara. Untuk kendaraan tempur, akan dihadirkan 200 pesawat jet dan 60 kapal perang serta kapal selam.
Sejumlah analis menilai NATO ingin unjuk gigi, menunjukkan bahwa organisasi ini masih memiliki kekuatan untuk mengatasi ancaman, dan tidak melupakan konflik di wilayah selatan Eropa terkait kekhawatiran meningkatnya aktivitas militer Rusia.
Manuver terbaru ini juga melibatkan uji coba Pasukan Respon NATO -- unit reaksi cepat yang dibentuk pada 2014 dan akan siap bertempur tahun depan.
"Trident Juncture mengirim pesan bahwa aliansi ini kuat dan kami akan saling membantu," ujar Kepala Staf NATO Admiral Roy Kitchener kepada Associated Press.
Nantinya, NATO juga akan menggelar simulasi jika salah satu negara anggota meminta bantuan kekuatan militer.
Dalam awal latihan Trident Juncture, beberapa kendala terjadi. Pantai tempat digelarnya latihan kurang mendukung sehingga pesawat hovercraft sulit berlabuh, sehingga harus kembali ke laut dan mengulang kembali. Terdapat pula dua kendaraan lapis baja yang tak dapat bergerak karena terjebak di pasir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id