"Pemerintahan sah di Venezuela telah menganggap sanksi tersebut ilegal. Kami mendukung penuh pandangan tersebut," ungkap juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada awak media di Moskow, seperti disitat dari media AFP, Selasa 29 Januari 2019.
Menurut Kementerian Keuangan AS, penjatuhan sanksi terhadap perusahaan PDVSA bertujuan "mengubah perilaku" pemerintah Venezuela saat ini. Pekan kemarin, Washington mengakui tokok oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden interim pengganti Maduro.
"Serangkaian sanksi itu adalah intervensi berlebihan terhadap urusan dalam negeri Venezuela," sebut Peskov.
Baca: AS Jatuhkan Sanksi ke Perusahaan Minyak Venezuela
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai sanksi terbaru AS terhadap Venezuela "melanggar semua norma-norma internasional." Ia juga menganggap AS selama ini memang berusaha mendorong adanya penggantian rezim di Venezuela.
"AS secara terbuka telah melakukan langkah ilegal menuju perubahan rezim," kata Lavrov. "Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mendukung pemerintahan sah dari Presiden Maduro," lanjutnya.
Sementara itu, Maduro bertekad membalas penjatuhan sanksi AS. Saya telah memberikan instruksi spesifik kepada kepada KDVSA untuk meluncurkan aksi politik serta hukum di AS dan pengadilan internasional demi melindungi aset Citgo," ucap Maduro dalam pidato di televisi. Citgo adalah anak perusahaan PDVSA yang berlokasi di AS.
"Mereka (AS) berusaha mencuri Citgo dari kita, warga Venezuela. Waspadalah!" ungkap Maduro dalam upacara penyambutan para diplomat yang ditarik dari Washington.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News