Perdana Menteri Inggris Theresa May dinilai kalah dalam pertaruhan politik Inggris (Foto: AFP).
Perdana Menteri Inggris Theresa May dinilai kalah dalam pertaruhan politik Inggris (Foto: AFP).

Komisioner Ekonomi Eropa Sebut PM Inggris Kalah Taruhan Politik

Internasional politik inggris
Fajar Nugraha • 09 Juni 2017 15:58
medcom.id, Brusselss: Komisioner Ekonomi Uni Eropa (UE) menanggapi hasil pemilu Inggris yang berujung pada parlemen gantung.
Hasil penghitungan cepat dari pemilu yang berlangsung pada 8 Juni itu baru usai. Partai Konservatif yang berkuasa, harus gigit jari karena tidak bisa memenangkan suara mayoritas.
Partai Konservatif yang dipimpin oleh Perdana Menteri Theresa May mendapatkan 318 kursi di parlemen. Sementara Partai Buruh menempel ketat dengan 269 kursi.
Hasil ini menjadi sebuah kemunduran bagi Partai Konservatif, yang harus mendapatkan 326 kursi untuk suara mayoritas. Sementara Partai Buruh perolehan kursinya justru meningkat.
"Perdana Menteri Inggris Theresa May kalah dalam pertaruhannya," ujar Komisioner Ekonomi UE Pierre Moscovici, seperti dikutip AFP, Jumat 9 Juni 2017.
"May yang seharusnya tampil kuat justru kalah dalam pertaruhan dan oleh sebab itu, situasi saat ini masih belum jelas," tutur Moscovici.
Kegagalan May untuk mempertahankan suara mayoritas dalam parlemen, membuat Inggris dalam ketidakpastian. Terlebih lagi, proses negosiasi Negeri Ratu Elizabeth untuk keluar dari UE masih akan berlanjut.
Ada kemungkinan bahwa PM May tidak dapat membentuk pemerintah dan bahwa muncul desakan agar dia mundur. Namun Moscovici menegaskan bahwa UE akan selalu terbuka untuk melakukan negosiasi dengan Inggris.
Ketika ditanya apakah negosiasi bisa dilakukan pada 19 Juni, Moscovici mengatakan: "Jangan terlalu terburu-buru, tetapi kami tetap siap. UE menyesalkan keputusan Inggris (keluar dari UE)".
Semantara Komisioner Anggaran UE Guenther Oettinger menilai dengan hasil pemilu Inggris ini bisa membuat negosiasi berjalan kompleks. Menurutnya pemerintahan yang lemah akan menjadi gangguan.
"Kami membutuhkan pemerintah yang mampu bertindak, yang bisa melakukan negosiasi Britain Exit (Brexit). Inggris harus melakukan negosiasi mereka keluar dari UE, tetapi dengan rekan negosiasi yang lemah ada bahaya bagi kedua belah pihak," pungkas Oettinger.
Sementara PM May yang berbicara usai pengumuman hasil penghitungan suara menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kestabilan.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif