Tim teknisi Iran menyingkirkan sebuah drum berisi uranium. (Foto: AFP/GETTY IMAGES)
Tim teknisi Iran menyingkirkan sebuah drum berisi uranium. (Foto: AFP/GETTY IMAGES)

Prancis dan Iran Berusaha Selamatkan Perjanjian Nuklir 2015

Internasional nuklir iran iran prancis
Willy Haryono • 07 Juli 2019 10:02
Paris: Prancis dan Iran sepakat berjuang bersama untuk melanjutkan dialog nuklir demi menyelamatkan perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang telah disepakati beberapa negara besar dunia pada 2015.
 
Melalui sambungan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, kepala negara Prancis Emmanuel Macron mengekspresikan "kekhawatiran mendalam" mengenai konsekuensi buruk yang akan terjadi jika perjanjian nuklir 2015 benar-benar diabaikan.
 
JCPOA berada dalam masalah sejak Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian tersebut tahun lalu. Rouhani telah menyerukan kepada sejumlah negara Eropa untuk bersama-sama menyelamatkan JCPOA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden AS Donald Trump menjatuhkan rangkaian sanksi ekonomi kepada Iran usai menarik diri. Iran merespons pada Mei lalu dengan menambah persediaan uranium -- bahan baku yang dapat dipakai di pembangkit listrik tenaga nuklir, atau juga dapat digunakan untuk membuat bom.
 
Komunitas global khawatir saat Iran dengan sengaja melanggar batas uranium yang disepakati di JCPOA. Teheran mengancam akan terus menambah persediaan uranium jika Eropa tidak segera membantu menangani sanksi ekonomi AS.
 
Baca:IAEA Pastikan Persediaan Uranium Iran Lampaui Batas
 
Dalam pernyataan resmi, kantor kepresidenan Prancis, dilansir dari laman BBC, Minggu 7 Juli 2019, disebutkan bahwa Macron berbicara dengan Rouhani selama lebih dari satu jam. Macron mengaku sangat khawatir mengenai "semakin melemahnya" perjanjian nuklir.
 
Disebutkan lebih lanjut bahwa Macron dan Rouhani sepakat "mengeksplorasi lebih lanjut kondisi-kondisi terkini untuk melanjutkan dialog" antar semua pihak terkait pada 15 Juli.
 
Iran sebelumnya telah menetapkan tenggat waktu hingga hari ini, Minggu 7 Juli, kepada negara-negara Eropa dan penandatangan JCPOA untuk melindungi Teheran dari dampak sanksi AS. Jika tenggat waktu terlewati dan tidak ada solusi, Iran mengancam menambah persediaan uranium.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif