Seorang wanita menangis di pemakaman korban pembantaian Srebrenica di Potocari, Bosnia. (Foto: Elvis Barukcic/AFP/Getty Images)
Seorang wanita menangis di pemakaman korban pembantaian Srebrenica di Potocari, Bosnia. (Foto: Elvis Barukcic/AFP/Getty Images)

Belanda Turut Bertanggung Jawab atas Pembantaian Srebrenica

Internasional bosnia serbia
Arpan Rahman • 21 Juli 2019 19:30
Den Haag: Mahkamah Agung Belanda memutuskan pada Jumat 19 Juli bahwa Belanda "turut bertanggung jawab" atas kematian 350 orang dalam peristiwa pembantaian Srebrenica di tahun 1995.
 
Putusan ini menguatkan kesimpulan yang telah dibuat sebelumnya di Den Haag pada 2017. Namun dalam putusan terbaru, pemerintah Belanda dinyatakan hanya bertanggung jawab sekitar 10 persen atas pembantaian tersebut. Sebelumnya, kontribusi Belanda atas pembantaian Srebrenica dinyatakan berkisar 30 persen.
 
Selama Perang Bosnia (1992-1995), personel pasukan penjaga perdamaian dari Belanda ditugaskan untuk melindungi warga sipil Muslim dari pasukan Serbia Bosnia di dekat kota Srebrenica.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam persidangan ditemukan fakta bahwa para personel penjaga perdamaian Belanda mengusir 350 orang dari tempat perlindungan. Para personel penjaga perdamaian disebut mengetahui tingginya kemungkinan 350 orang itu akan disiksa atau dibunuh di luar sana.
 
"Mereka (penjaga perdamaian) telah merenggut kesempatan ratusan orang itu untuk tetap bertahan hidup dari ancaman pasukan Serbia Bosnia," ungkap putusan Mahkamah Agung Belanda di Den Haag, disitat dari Deutsche Welle, Sabtu 20 Juli 2019.
 
Namun para hakim menurunkan tingkat tanggung jawab pemerintah Belanda ke angka 10 persen. Pertimbangan utama adalah, "walaupun 350 orang itu diizinkan tetap tinggal di tempat perlindungan, kesempatan mereka melarikan diri dari kejaran pasukan Serbia Bosnia relatif tipis."
 
Para hakim meyakini kesempatan melarikan diri untuk 350 orang kala itu -- meski kemungkinan berhasilnya sangat tipis -- sebaiknya "tidak diabaikan" pasukan penjaga perdamaian Belanda.
 
Pasukan Serbia Bosnia membunuh 8.000 pria Muslim selama Perang Bosnia, yang disebut-sebut sebagai pembunuhan massal terburuk di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II. Komandan militer Serbia Bosnia Ratko Mladic telah divonis penjara seumur hidup di pengadilan kejahatan perang Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2017 atas perannya yang memerintahkan pembantaian.
 
Kerabat dari para korban tewas dalam pembantaian di Srebrenica menggugat Belanda ke pengadilan pada 2017 dan 2019. Munira Subasic, salah satu orang yang mengajukan gugatan, mengatakan bahwa Belanda "ikut bertanggung jawab" atas pembantaian di Srebrenica.
 
"Kami tahu apa yang terjadi. Kami tidak butuh pengadilan untuk memberi tahu kami apa yang terjadi," tutur Subasic.
 
Baca:Penjara Seumur Hidup Pembantai Warga Bosnia Disambut Gembira
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif