Mendagri Italia Matteo Salvini menghadiri acara penutupan pusat imigran di Mineo, Sisilia, 9 Juli 2019. (Foto: AFP/ANDREAS SOLARO)
Mendagri Italia Matteo Salvini menghadiri acara penutupan pusat imigran di Mineo, Sisilia, 9 Juli 2019. (Foto: AFP/ANDREAS SOLARO)

Italia Tutup Pusat Imigran Terbesar di Eropa

Internasional imigran gelap italia
Arpan Rahman • 10 Juli 2019 14:22
Mineo: Sebuah pusat imigran di pulau Sisilia, disebut-sebut sebagai yang terbesar di Eropa, telah secara resmi ditutup. Menteri Dalam Negeri Italia Matteo Salvini menghadiri acara penutupan tersebut pada Selasa 9 Juli.
 
Matteo, pemimpin Partai Liga Italia, dikenal sebagai tokoh penentang pusat imigran di Mineo, yang pernah menampung sekitar 4.100 orang pada 2014. Di tahun 2017, ia pernah bermalam di fasilitas tersebut dan mengklaim telah melihat langsung konspirasi penggantian pekerja lokal dengan asing.
 
Penghuni terakhir pusat imigran Mineo telah dipindahkan ke fasilitas lain di wilayah Calabria pekan lalu. Berbicara kepada awak media, Salvini mengatakan nantinya pusat-pusat imigran di Italia akan "berukuran lebih kecil" sehingga lebih mudah diawasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Disitat dari Al Jazeera, Rabu 10 Juli 2019, sekitar 50 mantan pekerja pusat imigran berada di lokasi saat penutupan. Beberapa dari mereka membawa spanduk bertuliskan, "hari ini kita merayakan penutupan Mineo."
 
Dalam keterangannya di Mineo, Salvini menggarisbawahi bahwa jumlah kedatangan imigran ke Italia berkurang drastis sejak dirinya menjadi mendagri. Jumlahnya di beberapa pusat imigran di Italia berkurang dari 182 ribu tahun lalu menjadi 107 ribu saat ini.
 
Kemendagri Italia mencatat 3.073 imigran telah tiba di Italia sepanjang tahun ini. Jumlahnya jauh lebih sedikit dari 17 ribu yang datang dalam periode sama tahun lalu, dan 85 ribu pada 2017.
 
Italia adalah salah satu negara tujuan utama bagi para imigran dan pengungsi yang melarikan diri dari negara mereka masing-masing. Banyak dari mereka berasal dari zona konflik di Timur Tengah dan Afrika.
 
Belakangan ini, sejumlah kapal relawan nekat berlabuh di Italia meski dilarang. Salvini menegaskan dirinya tidak akan lagi mengizinkan imigran turun dari kapal.
 
"Pemerintah Jerman menuliskan sebuah surat kepada saya, meminta agar pelabuhan dibuka kembali agar para imigran dapat turun dari kapal mereka," sebut Salvini.
 
"Jawaban saya adalah tidak, tidak dan tidak," sambungnya via tayangan live di Facebook, beberapa waktu lalu.
 
Tahun lalu, Salvini menutup sejumlah pelabuhan Italia bagi kapal pengangkut imigran. Italia juga memberlakukan denda bagi siapapun yang berlayar di perairannya tanpa izin.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif