Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Inggris Libatkan Petugas Pemadam Kebakaran Bantu Pasien Korona

Internasional Virus Korona
Marcheilla Ariesta • 27 Maret 2020 21:25
London: Inggris melibatkan petugas pemadam kebakaran untuk membantu mengirim makan, mengangkut jenazah, dan mengendarai ambulans akibat virus korona. Mereka dipersiapkan sebagai antisipasi puncak wabah covid-19.
 
Di bawah kesepakatan antara Serikat Pemadam Kebaran (FBU), Kepala Pemadam Kebakaran dan Pengusaha Pemadam Kebakaran, para petugas pemadam akan menanggapi keadaan darurat, sekaligus yang berhubungan dengan covid-19.
 
"Kami menghadapi krisis kesehatan masyarakat terparah dalam kehidupan kami. Wabah virus korona sekarang jadi darurat kemanusiaan dan petugas pemadam kebakaran ingin membantu masyarakat," kata Sekretaris Jenderal FBU Matt Wrack, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 27 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mat menyampaikan banyak yang takut kehilangan nyawa akibat wabah ini. Petugas pemadam kebakaran yang terbiasa dengan situasi mengerikan pun bersedia mengambil peran mengangkut jenazah korban covid-19.
 
Baca: Suhu Tubuh Melonjak, PM Inggris Boris Johnson Positif Covid-19
 
petugas pemadam kebakaran juga dapat mengendarai ambulans, membawa makanan, dan obat-obat ke pihak yang rentan.
 
Untuk mengatasi wabah ini, Inggris telah meminta puluhan ribu pensiunan dokter dan petugas kesehatan kembali bekerja. Sementara itu, ratusan ribu orang mengajukan diri membantu layanan kesehatan nasional.
 
Inggris awalnya mengambil pendekatan yang sangat sederhana terhadap krisis kesehatan terburuk tersebut. Namun, mereka mengubah taktik dengan menerapkan kontrol ketat setelah proyeksi menunjukkan seperempat juta warga Inggris dapat meninggal akibat virus ini.
 
Perdana Menteri Boris Johnson telah memerintahkan penguncian negara untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Lockdown ini melarang warga Inggris meninggalkan rumah mereka dengan alasan yang tidak penting.
 
Tercatat ada 578 orang di Inggris meninggal karena virus korona. Jumlah kasus positif untuk virus korona juga dikonfirmasi meningkat menjadi 11.658 orang.
 
Inggris merupakan negara ketujuh dengan tingkat penyebaran terparah di dunia setelah Amerika Serikat, Tiongkok, Italia, Spanyol, Iran, dan Prancis.
 
(AZF)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif