Fasilitas nuklir Iran. (Foto: AFP).
Fasilitas nuklir Iran. (Foto: AFP).

Uni Eropa Desak Iran Hentikan Pengayaan Nuklir

Internasional nuklir iran
Marcheilla Ariesta • 08 Juli 2019 19:16
Brussels: Uni Eropa mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan rencana Iran untuk melanggar batas pengayaan uranium yang ditetapkan perjanjian nuklir 2015. Mereka menyerukan agar Teheran membalikkan arah rencananya.
 
"Kami sangat mendesak Iran untuk menghentikan dan membalikkan semua kegiatan yang tidak konsisten dengan komitmen yang dibuat berdasarkan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)," kata Juru Bicara Uni Eropa Maja Kocijancic, dikutip dari AFP, Senin, 8 Juli 2019.
 
"Kami sangat prihatin dengan pengumuman yang dibuat pada akhir pekan ini oleh Iran mengenai dimulainya pengayaan uranium di atas batas 3,7 persen," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uni Eropa, kata Kocijancic mengatakan akan menunggu laporan dari otoritas energi atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berkonsultasi dengan penandatangan perjanjian itu untuk memutuskan langkah selanjutnya.
 
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan Tiongkok, serta Amerika Serikat (AS). Mereka mengatakan kesepakatan tersebut cara terbaik menghentikan Iran mengembangkan senjata atom.
 
Namun, AS tahun lalu keluar dari kesepakatan tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan perjanjian itu sia-sia.
 
Baca juga:Iran Umumkan Rencana Melanggar Perjanjian Nuklir
 
Trump juga memperingatkan Iran terkait pengayaan uranium. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menambahkan bahwa pengayaan uranium yang dilakukan Iran akan menyebabkan isolasi dan sanksi terhadap negara itu.
 
Sementara itu, Inggris, Prancis dan Jerman berupaya menyelamatkan kesepakatan tersebut dengan menciptakan mekanisme khusus yang disebut INSTEX untuk menghindari sanksi AS sehingga Iran dapat terus berdagang.
 
Baca juga:Trump Peringatkan Iran Soal Pengayaan Uranium
 
Teheran telah mengumumkan rencana memperkaya uranium hingga melebihi ambang batas. Pengayaan uranium ini merupakan respons Iran terhadap negara-negara Eropa dan penandatangan perjanjian JCPOA yang dinilai tidak membantu mengatasi sanksi ekonomi AS.
 
Ambang batas yang ditentukan Iran adalah 3,67 persen. Sebelum menandatangani perjanjian, Iran telah melakukan pengayaan uranium sebesar 20 persen.
 
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pun menegaskan, selama negara-negara yang menandatangani JCPOA tidak membela Iran dari sanksi AS, Iran akan terus melanjutkan pengayaan uranium.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif