Pasukan Jenderal Khalifa Haftar mencoba menyerang Tripoli, Libya, sejak awal April. (Foto: Mahmud Turkia/AFP)
Pasukan Jenderal Khalifa Haftar mencoba menyerang Tripoli, Libya, sejak awal April. (Foto: Mahmud Turkia/AFP)

WHO: 205 Tewas dan 913 Terluka dalam Krisis Terbaru Libya

Internasional konflik libya
Arpan Rahman • 20 April 2019 14:05
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat 205 orang tewas, termasuk 18 warga sipil, dan 913 lainnya terluka dalam konflik yang berkecamuk di Libya sejak lebih dari dua pekan terakhir.
 
Lewat akun Twitter, WHO mengunggah data terbaru mengenai korban tewas dan luka dalam pertempuran di dekat ibu kota Libya, Tripoli. WHO juga mengaku telah mengirim tim spesialis "untuk membantu sejumlah rumah sakit dalam melakukan puluhan operasi medis."
 
Dilansir dari laman UPI, belum lama ini, krisis terbaru di Libya meletus sejak 4 April, saat Jenderal Khalifa Haftar melancarkan operasi militer untuk merebut Tripoli. Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj menyebut serangan pasukan Jenderal Haftar sebagai percobaan kudeta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konflik memanas pada Selasa malam kemarin, saat sejumlah mortir mengenai sebuah distrik padat penduduk. WHO menyebut serangan itu merupakan bagian dari upaya pasukan Haftar untuk merebut ibu kota dari pemerintahan PM Sarraj yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 
Sedikitnya lima warga sipil tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan mortir pada Selasa malam. Serangan terjadi di distrik Abu Salim, Tripoli.
 
Laporan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB mencatat sekitar 24 ribu orang dari 4.870 rumah tangga di Libya menjadi telantar akibat konflik terbaru.
 
Sementara Agensi Pengungsian PBB mengaku telah mengevakuasi hampir 180 imigran dari pusat detensi Abu Salim yang berlokasi dekat dengan area pertempuran. Banyak dari mereka yang dievakuasi adalah wanita dan anak-anak.
 
PBB mengaku khawatir mengenai sejumlah orang yang masih terjebak di pusat detensi tersebut.
 
Awal April lalu, PBB mengecam sebuah serangan udara yang membuat satu-satunya bandara operasional di Tripoli terpaksa ditutup. Aktivitas penerbangan keluar dan menuju Bandara Internasional Mitiga dihentikan. Semua calon penumpang juga dievakuasi. Tidak ada korban tewas maupun luka dalam serangan udara tersebut.
 
Utusan PBB untuk Libya, Ghassan Salame, menyebut serangan udara di Bandara Internasional Mitiga melanggar aturan kemanusiaan. Ini dikarenakan bandara tersebut adalah infrastrukur sipil, bukan instalasi militer.
 
Baca:PBB Kecam Serangan Udara di Bandara Internasional Libya
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif