Menlu AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kota Sochi, 14 Mei 2019. (Foto: AFP/PAVEL GOLOVKIN)
Menlu AS Mike Pompeo (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di kota Sochi, 14 Mei 2019. (Foto: AFP/PAVEL GOLOVKIN)

Pompeo Sebut AS dan Rusia Sejalan Soal Korut

Internasional as-rusia Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 15 Mei 2019 07:53
Sochi: Amerika Serikat dan Rusia sejalan soal Korea Utara. Hal tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo usai bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi.
 
Kunjungan ke Rusia dilakukan Pompeo di saat AS berusaha menegosiasikan perjanjian nuklir dengan Korut.
 
"Saya rasa kami memiliki tujuan yang sama. Saya juga berharap kami dapat menemukan cara agar dapat bekerja bersama-sama," kata Pompeo kepada awak media, dilansir dari laman AFP, Selasa 14 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia (Putin) memahami bahwa AS akan menjadi pemimpin (negosiasi perjanjian nuklir). Saya rasa ada banyak ruang bagi kmi untuk bekerja sama," sambung dia.
 
Selama pertemuan sekitar dua jam, Pompeo mengaku membicarakan beragam hal mengenai Korut dengan Putin. Diskusi digelar beberapa pekan usai Putin bertemu pemimpin Korut Kim Jong-un di kota Vladivostok.
 
Saat bertemu Putin, Kim menuduh AS berperilaku "tidak tulus" setelah pertemuannya dengan Presiden Donald Trump di Vietnam pada Februari lalu berakhir tanpa kesepakatan apapun.
 
Pompeo, yang empat kali berkunjung ke Korut tahun lalu, adalah tokoh terdepan dalam menegosiasikan sebuah perjanjian dengan Pyongyang. AS ingin Korut menghentikan program nuklir dan misil balistik. Namun Korut berkukuh hal itu baru dapat dilakukan usai AS mencabut serangkaian sanksi ekonomi.
 
Kim mendeklarasikan berakhirnya uji coba senjata nuklir dan misil jarak jauh tahun lalu. Deklarasi tersebut memungkinkan terjadinya pertemuan perdana antara Kim dengan Trump di Singapura pada Juni 2018.
 
Namun pertemuan kedua mereka di Hanoi, Vietnam, pada Februari lali tidak menghasilkan perjanjian apapun. Korut hanya bersedia mengakhiri program nuklir dan misil jika AS terlebih dahulu mencabut serangkaian sanksi ekonomi.
 
Sejak berakhirnya pertemuan di Hanoi, Kim menyebut Washington cenderung mengambil tindakan secara sepihak. Ia kemudian meminta pemerintahan AS di bawah Trump untuk mengubah sikap hingga akhir tahun ini. Kim menegaskan perubahan sikap AS diperlukan jika ingin wacana pertemuan ketiga terwujud.
 
Baca:Korut Minta AS Kembalikan Kapal Kargo Sitaan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif