Kapal kargo Korut M/V Wise Honest. (Foto: AFP/HO/US Attorney Office)
Kapal kargo Korut M/V Wise Honest. (Foto: AFP/HO/US Attorney Office)

Korut Minta AS Kembalikan Kapal Kargo Sitaan

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 14 Mei 2019 12:22
Pyongyang: Korea Utara (Korut) meminta pengembalian kapal kargo yang telah disita Amerika Serikat pekan lalu atas tuduhan melanggar sanksi internasional. Korut menilai penyitaan itu sebagai "aksi perampokan."
 
Jumat 10 Mei, Kementerian Hukum AS mengaku telah menyita kapal kargo M/V Wise Honest yang terdaftar sebagai milik Korut. Penyitaan dilakukan satu tahun usai kapal tersebut ditahan di Indonesia.
 
Ini merupakan kali pertama kapal kargo Korut disita AS atas tuduhan melanggar sanksi ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kapal Korut berusaha mengelabui petugas keamanan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan bendera palsu atau mematikan transponder pendeteksi lokasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengecam penyitaan kapal oleh AS. Ia menyebut penyitaan tersebut melanggar semangat dari perjanjian yang telah disepakati Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura pada Juni tahun lalu.
 
"Amerika Serikat melakukan perampokan dengan menyita kapal kargo kami dengan alasan (melanggar) resolusi sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar jubir Kemenlu Korut, dikutip dari laman AFP, Selasa 14 Mei 2019.
 
"Langkah penyitaan merupakan perluasan dari aksi AS dalam membuat Korut tunduk di bawah tekanan maksimal. AS harus menyadari bahwa aksi semacam itu ada konsekuensinya, dan kami mendesak agar kapal kami dikembalikan tanpa penundaan lain," tegas dia.
 
Korut dijatuhi serangkaian sanksi di bawah resolusi DK PBB atas program nuklir dan misil balistik. Pencabutan beberapa sanksi adalah permintaan utama Korut dalam pertemuan kedua antara Trump dan Kim di Vietnam pada Februari lalu.
 
Pengumuman penyitaan kapal kargo M/V Wise Honest oleh AS muncul setelah Korut meluncurkan sejumlah misil jarak pendek pekan lalu. Trump menilai peluncuran roket jarak pendek tersebut bukan sebuah pelanggaran.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif