Desa Mati di Yunani hangus tak tersisa usai dilanda kebakaran hutan, 24 Juli 2018. (Foto: AFP/SAVAS KARMANIOLAS)
Desa Mati di Yunani hangus tak tersisa usai dilanda kebakaran hutan, 24 Juli 2018. (Foto: AFP/SAVAS KARMANIOLAS)

Kebakaran Hutan, Resor Populer Yunani Hangus Tak Tersisa

Internasional kebakaran hutan
Arpan Rahman • 25 Juli 2018 15:05
Athena: Pada Selasa 24 Juli 2018, kehancuran akibat kebakaran hutan di Yunani berakhir. Banyak nyawa terenggut di Mati, resor tepi laut di pusat kebakaran hutan terburuk dalam sejarah Yunani sejak lebih dari satu dekade terakhir. Resor Mati sudah tidak ada lagi.
 
Di neraka tanpa ada tanda-tanda kehidupan, ruas jalan Mati berselimut abu, gedung-gedung menghitam, dan mobil-mobil bertumpukan bak onggokan bangkai baja.
 
Pemandangan itu adalah bukti dari kerusakan akibat kebakaran hutan di Yunani yang mulai berkobar pada Senin 23 Juli petang. Angin kencang membuat api kebakaran kala itu bergerak ke atas dan menyelimuti desa Mati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga Selasa sore, pemerintah mengeluarkan angka resmi kematian akibat kebakaran hutan di angka 74 orang. Petugas penyelamat berusaha mencari korban dari pintu ke pintu, mobil ke mobil. Hampir dipastikan masih ada tambahan korban yang belum ditemukan.
 
Warga Mati, yang semula berharap dapat selamat dari kebakaran dan asap dengan melompat ke laut, justru menemui ajal mereka. Satu per satu jasad hangus terbakar diangkat dari pinggir pantai.
 
Nikos Stavrinidis, satu dari lebih dari 700 korban selamat, berhasil ditolong armada kapal penjaga pantai, perahu nelayan, dan pesawat pribadi.
 
Ia menceritakan bagaimana angin telah membuat api bergerak hingga ke arah lautan. Hal tersebut membuat orang-orang yang berusaha melarikan diri kebingungan.
 
"Sungguh mengerikan melihat orang di sebelah Anda tenggelam dan Anda tidak dapat membantu," katanya, seperti disitir dari Guardian, Rabu 25 Juli 2018.
 
Ia dan sekelompok orang lain menghabiskan waktu dua jam untuk bertahan hidup di lautan, sebelum akhirnya diselamatkan sebuah perahu nelayan.
 
Baca:Korban Tewas Kebakaran Yunani jadi 74 Orang
 
Sulit Menerima Kenyataan
 
Sebelum bencana melanda, terdengar suara bunyi angin kencang yang memicu bunyi alarm peringatan bahaya.
 
"Terjadi begitu cepat. Api awalnya terlihat di kejauhan, lalu percikannya bergerak ke arah kami. Kemudian api itu ada di sekitar kami," kata Stavrindis.
 
Ketika Alexis Tsipras, Perdana Menteri Yunani, menyatakan tiga hari berkabung, dan pesawat pemadam kebakaran terbang di langit, rasa tidak percaya masih menggantung di benak warga desa Mati.
 
Para penduduk setempat yang berhasil selamat hanya bisa duduk-duduk di luar gedung, banyak yang mengenakan celana pendek, dan kaos dilapisi abu, sembari memegang kepala mereka dengan tangan atau menatap nanar ke kejauhan.
 
"Tidak ada yang benar-benar sudah menerima kenyataan, mereka semua masih syok," kata Aris Bouranis, presiden komunitas warga, di Poseidonos, jalan utama Desa Mati.
 
"Korban tewas, jasad-jasad, kematian ada di mana-mana," lanjut dia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif