Foto dari sebuah video memperlihatkan Hind Mohammed al-Bolooki. (Foto: YouTube)
Foto dari sebuah video memperlihatkan Hind Mohammed al-Bolooki. (Foto: YouTube)

Lari dari Rumah, Wanita UEA Memohon Suaka ke Makedonia Utara

Internasional uni emirat arab Makedonia
Arpan Rahman • 11 Februari 2019 15:29
Skopje: Seorang wanita asal Uni Emirat Arab melarikan diri dari keluarganya dan kini terperangkap di pusat detensi di Makedonia Utara. Dalam laporan kantor berita Guardian, Senin 11 Februari 2019, ia memohon Makedonia Utara -- negara yang baru saja mengubah nama dari Makedonia -- agar memberinya suaka.
 
Hind Mohammed al-Bolooki, 43, mengaku sempat dikurung di sebuah kamar di rumahnya di Dubai pada Oktober lalu. Ia dikurang keluarga setelah sempat meminta izin untuk bercerai dengan suami.
 
Saat melihat ada kesempatan melarikan diri, Bolooki akhirnya meninggalkan UEA dan tiba di Makedonia Utara. Namun permohonan suaka Bolooki ditolak Makedonia Utara pada Selasa pekan kemarin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah teman Bolooki meyakini Makedonia Utara mendapat tekanan dari UEA untuk memulangkannya ke Dubai. Sejak 7 Desember, Bolooki ditahan di sebuah pusat penahanan untuk imigran Makedonia Utara di Skopje. Ia khawatir dirinya akan segera dideportasi.
 
"Saya tidak tahu bagaimana cara untuk keluar dari sini," ujar Bolooki dalam sebuah pesan suara.
 
Dalam sebuiah video yang direkam pada Desember tahun lalu, Bolooki mengatakan keluarganya tidak memberikan izin cerai. Pihak keluarga juga sempat meminta Bolooki untuk menyerahkan paspor.
 
"Saya adalah ibu dari empat orang anak. Saya tidak ingin meninggalkan anak-anak seperti ini," sebut Bolooki. "Tapi saya harus melakukannya. Saya tidak punya pilihan lain," lanjut dia.
 
Guardian berusaha menghubungi keluarga Bolooki, namun hingga kini belum mendapat respons.
 
Bolooki berhasil kabur dari Dubai usai diizinkan pergi ke toilet. Di sana, ia memanjat jendela tanpa menggunakan sepatu dan bersembunyi di dekat situs konstruksi selama dua jam. Dia kemudian naik taksi dan minta diantarkan ke sebuah rumah teman di Sharjah, kota yang berjarak sekitar 30 menit dari Dubai.
 
Paspor Bolooki sebelumnya sudah dititipkan ke seorang teman. "Kemudian dia menelepon saya, dan meminta untuk memesankan tiket ke Makedonia Utara," kata Nened Dimitrov, seorang teman dekatnya.
 
Dimitrov dan Bolooki bertemu dalam sebuah perjalanan di kapal pesiar di Florida. Mereka berteman, saling mengunjungi Dubai dan Skopje dan terus berkomunikasi. "Dia pernah bilang sudah tidak bisa lagi menggunakan kartu kredit. Saya tahu ada sesuatu yang berbeda kali ini," ucap Dimitrov.
 
Dalam pelariannya, Bolooki sempat melakukan perjalanan darat menuju Bahrain. Dari sana, ia terbang ke Turki, kemudian Serbia ke rumah keluarga Dimitrov.
 
Namun euforia keberhasilan pelarian ini buyar seketika saat permohonan suaka Bolooki ditolak Makedonia Utara dan dirinya justru berakhir di pusat detensi.
 
Kisah pelarian Bolooki mengingatkan kembali terhadap Rahaf Mohammed al-Qunun, remaja asal Arab Saudi yang juga melarikan diri dari keluarganya. Setelah sempat mendapat sorotan global, ia akhirnya berhasil menerima suaka di Kanada.
 
Baca:Rahaf al-Qunun Takut Dibunuh Keluarga Karena Murtad
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif