Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Finlandia, Swedia, Hingga Denmark Setop Pakai Vaksin Moderna, Ada Apa?

Cindy • 08 Oktober 2021 15:42
Jakarta: Tiga negara di Eropa menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna dipicu laporan kasus miokarditis yang dialami sejumlah penerima vaksin. Miokarditis merupakan peradangan otot jantung yang langka terjadi. 

Daftar tiga negara hentikan sementara vaksin Moderna

Selain Denmark dan Swedia, teranyar Finlandia ikut menangguhkan vaksin covid-19 berbasis mRNA itu. Pada Rabu, 6 Oktober lalu, Swedia dan Denmark mengumumkan penghentian sementara penggunaan vaksin Moderna untuk semua kategori warga dewasa dan anak-anak. 
 
Disusul Finlandia yang menghentikan sementara penggunaan vaksin Moderna untuk warga berusia di bawah 30 tahun. Direktur Institut Kesehatan Finlandia, Mika Salminen, mengatakan Helsinki akan memberikan vaksin Pfizer kepada pria kelahiran 1991 ke atas untuk sementara waktu. 
 
Finlandia juga menawarkan vaksin serupa kepada anak berusia 12 tahun ke atas. Keputusan itu dipicu laporan studi negara Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, dan Norwegia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Studi menemukan bahwa pria di bawah 30 tahun yang menerima vaksin Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi mengalami miokarditis daripada yang lain," kata Salminen dikutip dari Reuters, Jumat, 8 Oktober 2021. 
 
Baca: Kontaminasi Vaksin Covid-19 Moderna Jepang, Diketahui karena Kesalahan Manusia

Studi negara Nordik tentang vaksin Moderna

Studi negara Nordik soal vaksin Moderna akan dirilis beberapa minggu ke depan. Helsinki juga menegaskan dokumen studi telah dikirim kepada Badan Pengawasan Obat Uni Eropa (EMA) untuk diteliti lebih dalam. 
 
Pada Juli 2021, Komite keamanan EMA sempat menyimpulkan bahwa imflamasi jantung memang dapat terjadi setelah menerima vaksin Moderna Spikevax atau Pfizer. Namun, efek samping itu sangat jarang terjadi. Sejauh ini, efek samping kardiovaskular itu dialami oleh pria usia muda setelah menerima dosis kedua vaksin. 
 
Meski begitu, regulator obat Amerika Serikat, Uni Eropa, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, manfaat vaksin covid-19 Pfizer dan Moderna jauh lebih banyak daripada risiko efek sampingnya. Ketiganya tetap mendorong warga untuk menerima kedua vaksin covid-19 yang menggunakan metode mRNA itu. 

Respon pihak Moderna

Juru bicara Moderna mengatakan perusahaan telah mengetahui keputusan Swedia dan Denmark terkait penangguhan sementara penggunaan vaksin miliknya. Menurutnya, kasus ringan miokardisis dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah perawatan standar dan istirahat cukup.
 
"Risiko miokarditis meningkat secara substansial bagi mereka yang tertular covid-19 dan vaksinasi adalah cara terbaik mencegahnya," ucap juru bicara Moderna itu. 
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif