Ribuan pengunjuk rasa rompi kuning berkumpul di Champs Elysees, Paris, Prancis, 22 Desember 2018. (Foto: AFP/ABDUL ABEISSA)
Ribuan pengunjuk rasa rompi kuning berkumpul di Champs Elysees, Paris, Prancis, 22 Desember 2018. (Foto: AFP/ABDUL ABEISSA)

Demo Rompi Kuning Berlanjut, Macron Serukan Persatuan

Internasional prancis politik prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 24 Desember 2018 13:18
N'Djamena: Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan persatuan usai berlangsungnya unjuk rasa 'rompi kuning' yang telah berlangsung untuk pekan keenam. Meski jumlah demonstran berkurang dari pekan-pekan sebelumnya, beberapa dari mereka menyerang polisi di Paris.
 
Berbicara dalam kunjungan ke negara Chad, Macron berkata: "Ketertiban, ketenangan dan harmoni harus berdiri tegak sekarang. Negara kita membutuhkannya," ucap Macron ke hadapan sejumlah personel militer Prancis di Chad.
 
"Negara kita membutuhkan harmoni, persatuan dan komitmen tulus, dan kita juga harus menyembuhkan perpecahan ini," lanjut dia, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu 23 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hampir 40 ribu orang ikut serta dalam unjuk rasa rompi kuning di seantero Prancis pada Sabtu 22 Desember. Jumlah tersebut sekitar separuh dari unjuk rasa pekan sebelumnya.
 
Baca:Prancis Kesal Trump Kritik Demo Rompi Kuning
 
Di Paris, demonstrasi berjalan relatif damai. Namun saat memasuki malam hari, bentrokan antara demonstran dan polisi terjadi di kawasan Champs Elysees.
 
Dalam sebuah insiden, tiga polisi yang mengendarai sepeda motor terpaksa melarikan diri karena diserang pengunjuk rasa yang melempari batu serta objek lainnya. Sebuah video bentrokan di media sosial memperlihatkan seorang aparat mengarahkan senjata api ke kerumunan pedemo yang bergerak maju.
 
Dia dan dua temannya kemudian memilih melarikan diri dengan sepeda motor. Masih dalam video, polisi terlihat melemparkan granat kejut ke arah massa sebelum terjadinya bentrokan.
 
Unjuk rasa rompi kuning dipicu protes atas rencana penaikan pajak bahan bakar minyak di Prancis. Meski pemerintah sudah menundanya, demo terus berlanjut dan meluas menjadi penentangan terhadap sejumlah kebijakan Macron.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif