Demonstran rompi kuning membakar barikade di Toulouse, Prancis, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/REMY GABALDA)
Demonstran rompi kuning membakar barikade di Toulouse, Prancis, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/REMY GABALDA)

Prancis Kesal Trump Kritik Demo Rompi Kuning

Internasional prancis politik prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 10 Desember 2018 12:58
Paris: Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri Prancis. Peringatan disampaikan usai Trump mengkritik unjuk rasa 'rompi kuning' yang sudah berlangsung lebih kurang satu bulan di Prancis.

Pemerintah Prancis tidak pernah mengomentari urusan politik AS, dan Le Drian menegaskan hal tersebut sebaiknya juga diikuti Washington.

"Saya menyerukan kepada Donald Trump, dan Presiden Republik (Prancis Emmanuel Macron) juga mengatakan kepadanya bahwa, kami tidak ikut campur dalam urusan Amerika. Biarkan kami menjalani kehidupan kami sendiri," sebut Le Drian kepada saluran televisi LCI, seperti dikutip dari kantor berita TRT World, Senin 10 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Demonstrasi di Prancis dipicu rencana penaikan pajak bahan bakar minyak. Dalam seiring berjalannya waktu, para pengunjuk rasa menentang pemerintahan Presiden Emmanuel Macron secara keseluruhan. Dalam kericuhan di tengah unjuk rasa terbaru pada Sabtu 8 Desember, demonstran bentrok dengan polisi di Paris dan sejumlah kota lainnya. Pedemo melemparkan batu, membakar mobil, menjarah pertokoan dan merusak banyak properti.

Menurut Trump, kekacauan di Prancis ini diakibatkan Perjanjian Iklim COP21. "Perjanjian Paris tidak efektif bagi Paris. Protes dan kekacauan terjadi di seantero Prancis," tulis Trump di akun Twitter pada Sabtu kemarin.

Baca: Trump Sebut Perjanjian Iklim Paris Penyebab Demo Prancis

Trump mengklaim sejumlah pengunjuk rasa di Prancis sempat menyebutkan namanya. Klaim tersebut tidak terbukti kebenarannya.

"Setahu saya, demo rompi kuning tidak dilakukan dalam Bahasa Inggris," ujar Le Drian, mengkritik klaim Trump tersebut.

Le Drian menyebut rekaman video yang memperlihatkan orang-orang berteriak "Kami Menginginkan Trump" bukan berlangsung saat demo rompi kuning di Prancis. Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat kunjungan Trump ke London beberapa waktu lalu.

Terkait Perjanjian Iklim Paris 2015, Le Drian menilai sebagian besar warga AS tidak sepakat dengan keputusan Trump yang menarik diri.


(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi