Kapal HMS Kent saat berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 26 Juli 2008. (Foto: Antara/FANNY OCTAVIANUS)
Kapal HMS Kent saat berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 26 Juli 2008. (Foto: Antara/FANNY OCTAVIANUS)

Inggris akan Kirim Kapal Perang Ketiga ke Teluk Arab

Internasional nuklir iran
Arpan Rahman • 17 Juli 2019 14:21
London: Inggris berencana mengirim kapal perang ketiga ke Teluk Arab, setelah beberapa hari lalu mengerahkan HMS Duncan ke perairan tersebut. Inggris menegaskan tambahan kapal ini "tidak merefleksikan peningkatan" ketegangan dengan Iran.
 
Sebelum HMS Duncan, Inggris telah terlebih dahulu menyiagakan HMS Montrose yang kini sedang menjalani perawatan rutin di dekat Bahrain. Tahun ini, kapal ketiga bernama HMS Kent akan dikirim ke Teluk.
 
Dilansir dari laman AFP, Selasa 16 Juli 2019, sejumlah laporan menyebut HMS Kent akan berlayar ke arah Teluk pada pertengahan September.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pekan kemarin, HMS Montrose menghalau tiga kapal Iran yang dicurigai Inggris hendak menyita sebuah tanker London di Selat Hormuz. Inggris menyebut upaya tersebut sebagai balasan usai tanker Iran bernama Grace 1 disita di Gibraltar beberapa pekan lalu.
 
Teheran membantah keras telah berusaha mencegat dan menyita kapal tanker Inggris.
 
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut HMS Kent nantinya akan "menggantikan" peran HMS Duncan. Namun London mengatakan tidak menutup kemungkinan nantinya ketiga kapal akan hadir bersama di satu lokasi di masa mendatang.
 
Baca:Tiga Raksasa Eropa Serukan Dialog Nuklir Iran
 
Kemenhan menambahkan pengiriman HMS Kent ini telah direncanakan "jauh-jauh hari" demi memastikan adanya "kehadiran" militer Inggris di Teluk.
 
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan tanker Iran yang disita di Gibraltar bisa saja dilepaskan, namun dengan satu syarat: minyak di kapal tersebut tidak akan dibawa ke Suriah.
 
Hunt mengaku telah berbicara dengan Menlu Iran Javad Zarif mengenai tanker Grace 1, yang disita Angkatan Laut Kerajaan Inggris di Gibraltar pada 4 Juli. Kapal disita atas dugaan adanya pelanggaran terhadap sanksi ekonomi Uni Eropa.
 
Ketegangan terbaru di Teluk dipicu perseteruan Iran dengan Amerika Serikat. AS memilih menarik diri dari perjanjian nuklir 2015, dan Iran membalasnya dengan rencana meningkatkan pengayaan uranium -- bahan untuk pembangkit tenaga listrik, namun bisa dipakai dalam pembuatan bom nuklir.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif