Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).

PBB Tegur Arab Saudi Terkait Pembunuhan Khashoggi

Internasional Jamal Khashoggi
Marcheilla Ariesta • 06 Maret 2019 17:32
Jenewa: Negara-negara Eropa akan mendesak Arab Saudi untuk membebaskan para aktivis yang ditahan dan bekerja sama dengan penyelidikan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) atas kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
 
Baca juga: Turki Yakin Jasad Khashoggi Dibakar untuk Hilangkan DNA.
 
Desakan itu merupakan teguran pertama yang datang dari Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) terhadap Arab Saudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan bersama tersebut akan dibacakan pada Kamis 7 Februari. Hal ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang nasib para tahanan, yang diidentifikasi oleh Dewan HAM sebagai aktivis hak-hak perempuan setelah jaksa penuntut umum dilaporkan sedang mempersiapkan persidangan mereka.
 
Islandia memimpin inisiatif ini dan mendapatkan dukungan dari negara-negara Eropa dan mungkin delegasi dari kawasan lain untuk menyampaikan kritik terhadap Arab Saudi. Negeri Petrodolar itu adalah salah satu anggota dari 47 negara Dewan HAM PBB.
 
"Kami percaya bahwa anggota Dewan memiliki tanggung jawab khusus untuk memimpin dengan memberi contoh dan menempatkan dalam agenda Dewan isu-isu hak asasi manusia yang membutuhkan perhatian kolektif kami," kata seorang diplomat Islandia, seperti dikutip dari 18 News, Selasa 5 Maret 2019.
 
Aktivis menyambut baik langkah itu. Islandia terpilih tahun lalu untuk mengambil kursi di dewan untuk pertama kalinya, menggantikan Amerika Serikat yang berhenti karena apa yang dikatakannya merupakan bias anti-Israel.
 
Dalam sebuah pernyataan yang menyambut apa yang dikatakannya akan menjadi aksi kolektif pertama di dewan yang membahas hak asasi manusia di Arab Saudi, Human Rights Watch mengatakan anggota Dewan HAM harus menuntut agar Arab Saudi bekerja sama dengan penyelidikan atas pembunuhan Khashoggi. Mereka juga mendesak Arab Saudi berhenti menargetkan aktivis, jurnalis dan kritikus dan membebaskan orang-orang yang ditahan secara salah.
 
"Tidak ada Negara di atas hukum," kata Direktur HRW wilayah Jenewa, John Fisher.
 
Baca juga: Sisa Jasad Khashoggi Dibakar di Sebuah Oven Khusus.
 
Seorang Menteri Saudi mengatakan dalam forum Jenewa pekan lalu bahwa kerajaan akan bekerja sama dengan mekanismenya. Tetapi dia tidak secara eksplisit merujuk pada penyelidikan Khashoggi yang dipimpin oleh penyelidik Amerika Serikat, Agnes Callamard, tentang eksekusi di luar pengadilan.
 
Adel bin Ahmed Al-Jubeir, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi, juga mengatakan kepada forum Jenewa bahwa pihaknya bekerja untuk memastikan pengadilan yang adil dan meningkatkan kondisi penahanan, serta untuk memberdayakan perempuan.
 
Sementara Callamard mengatakan setelah melakukan misi ke Turki bulan lalu bahwa bukti menunjuk pada pembunuhan brutal terhadap Khashoggi. Selama ini Khashoggi dikenal sebagai seorang jurnalis dan kritikus Kerajaan Arab Saudi yang berbasis di Washington dan pembunuhan terhadapnya “direncanakan dan dilakukan" oleh para pejabat di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
 
Badan-badan intelijen AS meyakini Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi, yang dibantah Riyadh.
 
Pakar hak asasi manusia Inggris pekan ini mengatakan bahwa Arab Saudi menggunakan undang-undang anti-terorisme untuk membungkam aktivis, yang melanggar hukum internasional yang menjamin kebebasan berbicara. Para pegiat telah meminta Riyadh untuk membebaskan para aktivis termasuk pengacara Walid abu al-Kahir, penyair Ashraf Fayadh dan wanita termasuk Loujain al-Hathloul dan Israa al-Ghomgham.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif