Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).

Sisa Jasad Khashoggi Dibakar di Sebuah Oven Khusus

Internasional Jamal Khashoggi
Arpan Rahman • 06 Maret 2019 16:49
Riyadh: Jenazah jurnalis Arab Saudi yang dibunuh Jamal Khashoggi kemungkinan besar dibakar dalam oven tandoori yang dibuat khusus di rumah Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul.
 
Baca juga: Turki Yakin Jasad Khashoggi Dibakar untuk Hilangkan DNA.
 
Dalam sebuah film dokumenter Al Jazeera yang menginvestigasi kematiannya, seorang pekerja yang membuat oven berkata oven itu dibuat di taman konsul sebelum kunjungan Khashoggi ke konsulat terdekat pada Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia katakan, tungku itu dibuat sesuai dengan spesifikasi dari konsul, termasuk harus dalam dan tahan suhu di atas 1.000 derajat Celcius, cukup panas untuk membakar logam.
 
Dikutip dari laman Evening Standard, Selasa 5 Maret 2019, potongan tubuh Khashoggi dibawa dalam tas ke rumah konsul. Jaraknya beberapa ratus meter dari konsulat tempat dia dibunuh, di mana pihak berwenang Turki memantau pembakaran oven dari luar tempat tersebut.
 
“Daging dalam jumlah besar kemudian dipanggang dalam oven buat membuat kamuflase kremasi, yang berlangsung selama tiga hari,” kata pihak berwenang Turki.
 
Darah kolumnis Washington Post juga ditemukan di dinding rumah konsul jenderal oleh penyelidik Turki yang menghapus cat yang telah tercecer setelah pembunuhan.
 
Baca juga: PBB: Pembunuhan Khashoggi Berlangsung Brutal dan Terencana.
 
Khashoggi, kritikus pemerintah Riyadh, terbunuh dan tubuhnya dipotong-potong pada 2 Oktober 2018 di Istanbul. Arab Saudi awalnya membantah mengetahui tentang kematiannya, bersikeras dia meninggalkan gedung itu hidup-hidup, sebelum mengakui bahwa dia sudah dibunuh di konsulat.
 
Sebuah laporan CIA mengatakan bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman kemungkinan besar memerintahkan pembunuhan. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh pihak Arab Saudi, sementara laporan resmi diperkirakan terbit pada Juni.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif