Selama Piala Dunia, Putin Sebut Rusia Diserang 25 Juta Penjahat Siber
Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tropi Piala Dunia (Foto: AFP).
 Moskow: Pelaksanaan Piala Dunia di Rusia sudah usai. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan ada serangan diarahkan kepada negaranya.
 
Bukan serangan bom ataupun senjata api, Rusia menurut Putin negaranya dihadapkan pada serangan siber.
 
"Selama pelaksanaan Piala Dunia, hampir 25 serangan siber berlangsung dihadapkan kepada Rusia. Sementara kejahatan lainnya dalam struktur informasi juga berhasil kami patahkan selama pelaksanaan Piala Dunia," ujar Putin, dalam pertemuan dengan pihak keamanan pada Minggu 15 Juli yang dilaporkan AFP, pada Senin 16 Juli 2018.
 
Nampak kelegaan dari wajah Putin dalam gelaran yang dimenangkan oleh Prancis ini.
 
Kini Putin bersiap untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pertemuan akan berlangsung di Helsinki, Finlandia pada 16 Juli ini.
 
Banyak harapan dari pertemuan kedua kepala negara ini. Namun Trump sendiri mengatakan dirinya tidak memiliki ekspektasi besar.
 
Baca juga: Trump tak Berharap Banyak atas Pertemuan dengan ??Putin.
 
Dalam sebuah wawancara dengan CBS, Minggu 15 Juli kepada pembawa berita CBS Evening News, Jeff Glor, dia percaya ada pertemuan bernilai dengan para pemimpin dunia seperti Putin dan Kim Jong-Un dari Korea Utara. Bahwa timbul sedikit risiko atas pertemuan yang direncanakan di Helsinki, Finlandia. Di mana mereka diharapkan mendiskusikan hubungan antara AS-Rusia dan berbagai masalah keamanan nasional.
 
Presiden AS akan bertemu dengan Putin beberapa hari setelah Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mengumumkan dakwaan baru, Jumat, terhadap 12 pejabat intelijen Rusia. Mereka dituduh dalam peretasan Komite Nasional Demokrat (DNC) 2016.
 
Ketika ditanya tentang kemungkinan meminta para pejabat itu diekstradisi ke AS, Trump katakan dia 'mungkin' membahasnya dalam pertemuannya dengan Putin.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id