AS akan Mundur dari Perjanjian Nuklir, Rusia Geram
Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov. (Foto: AFP)
Moskow: Rusia mengingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa rencananya mundur dari kesepakatan nuklir antara Washington dengan Moskow di era Perang Dingin adalah langkah berbahaya. Negeri Beruang Merah menilai AS rentan mendapat kecaman global karena ingin berkuasa total dalam dunia militer global.

Perjanjian yang dimaksud adalah Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty atau INF. Perjanjian itu ditandatangani pada 1987 oleh Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev.

"Rencana AS dapat menjadi langkah yang sangat berbahaya," ucap Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu 21 Oktober 2018.


Dalam sebuah acara di Nevada, Trump menuduh Rusia telah sejak lama melanggar INF. "Kita adalah pihak yang tetap bertahan dalam perjanjian, dan kita menghormati perjanjian. Tapi sayangnya Rusia tidak menghormati perjanjian, jadi kita akan menarik diri," ucap Trump kepada awak media lokal.

"Rusia telah melanggar perjanjian. Mereka melanggarnya selama bertahun-tahun. Saya tidak tahu mengapa (Presiden) Obama tidak menegosiasikannya atau menarik diri. Kita tidak akan membiarkan mereka melanggar perjanjian nuklir dan mengeluarkan senjata, sementara kita tidak boleh," lanjut dia.

Baca: Trump akan Mundur dari Perjanjian Nuklir Rusia

Ryabkov dijadwalkan bertemu Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton. Ia berharap Bolton dapat menjelaskan kepada Rusia mengenai rencana terbaru Trump "secara substantif dan jelas."

Sementara itu, seorang pejabat Kemenlu Rusia menuduh Washington telah mengimplementasikan berbagai kebijakan yang ditujukan untuk "menghapus perjanjian nuklir (INF)."

"washington telah melakukan ini dalam beberapa tahun terakhir secara sengaja, dan secara bertahap menghancurkan basis dari perjanjian," sebut dia.

Senator Rusia, Alexei Pushkov, menuliskan di Twitter bahwa rencana Trump adalah "pukulan telak kedua terhadap keseluruhan sistem stabilitas strategis dunia," setelah sebelumnya AS mundur dari perjanjian Anti-Ballistic Missile pada 2001.

"Dan sekali lagi, inisiator dari pembubaran perjanjian ini adalah AS," tambah Pushkov.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id