Trump akan Mundur dari Perjanjian Nuklir Rusia
Presiden AS Donald Trump di Elko, Nevada, 20 Oktober 2018. (Foto: AFP/Nicholas Kamm)
Washington: Presiden Donald Trump berencana menarik Amerika Serikat dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia yang dibuat pada era Perang Dingin. Perjanjian itu ditandatangani pada 1987 oleh Presiden Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev.

Trump menuduh Rusia sudah sejak lama melanggar perjanjian bertajuk INF tersebut, yang usianya kini melebihi tiga dekade. "Kita adalah pihak yang tetap bertahan dalam perjanjian, dan kita menghormati perjanjian. Tapi sayangnya Rusia tidak menghormati perjanjian, jadi kita akan menarik diri," ucap Trump kepada awak media lokal di Elko, Nevada.

"Rusia telah melanggar perjanjian. Mereka melanggarnya selama bertahun-tahun. Saya tidak tahu mengapa (Presiden) Obama tidak menegosiasikannya atau menarik diri. Kita tidak akan membiarkan mereka melanggar perjanjian nuklir dan mengeluarkan senjata, sementara kita tidak boleh," lanjut dia, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu 21 Oktober 2018.


Pernyataan disampaikan Trump saat Penasihat Keamanan Nasional John Bolton berencana bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pekan depan. Pertemuan itu akan menjadi pembuka dari rencana dialog kedua antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin tahun ini.

Baca: Iran Bergolak usai AS Mundur dari Perjanjian Nuklir

Bolton juga dijadwalkan bertemu Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev dan ajudan Putin, Yuri Ushakov. "Jadwal pertemuan sedang dipersiapkan antara Putin dengan Bolton," sebut juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov.

Seorang sumber di Kemenlu Rusia mengatakan kepada media RIA Novosti bahwa "motif utama Washington adalah dunia unipolar yang tidak akan bisa terealisasi." Moskow menilai rencana penarikan ini adalah upaya Washington untuk menjadi satu-satunya kekuatan global.

Pemerintah Trump telah mengeluhkan mengenai pengiriman misil 9M729 oleh Rusia, yang disebut Washington memiliki jarak tempuh lebih dari 500 kilometer. AS menilai misil semacam itu melanggar INF.

INF, yang melarang misil dengan jarak tempuh 500 km atau lebih, dibuat setelah terjadinya krisis di awal 1980-an. Kala itu, dunia Barat khawatir terhadap misil balistik jarak-menengah berhulu ledak nuklir tipe SS-20 milik Uni Soviet.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id