Demonstran anti-pemerintah berlari dalam demonstrasi di Caracas, Venezuela, 21 Januari 2019. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)
Demonstran anti-pemerintah berlari dalam demonstrasi di Caracas, Venezuela, 21 Januari 2019. (Foto: AFP/YURI CORTEZ)

PBB: 40 Orang Tewas dalam Protes di Venezuela

Willy Haryono • 30 Januari 2019 06:29
Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut lebih dari 40 orang tewas dalam gelombang aksi protes berujung bentrokan di Venezuela sepanjang satu pekan terakhir, Selasa 29 Januari 2019.
 
Juru bicara kantor hak asasi manusia PBB Rupert Colville mengatakan kepada awak media bahwa puluhan orang itu "tewas dalam berbagai situasi" di tengah demonstrasi menentang Presiden Nicolas Maduro. Sementara organisasi lokal Program for Education-Action menempatkan jumlah korban tewas di angka 35.
 
Gelombang protes terbaru meletus pekan kemarin usai sekelompok prajurit Venezuela membelot menentang Maduro dalam mendukung Juan Guaido, tokoh utama oposisi di Venezuela. Guaido, kepala Majelis Nasional Venezuela, telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim pengganti Maduro pada Rabu 23 Januari.

Deklarasi Guaido dilakukan di tengah unjuk rasa yang diikuti puluhan ribu orang. Para pengunjuk rasa menyalahkan Maduro atas jatuhnya Venezuela ke jurang krisis politik dan ekonomi.
 
Baca: Juan Guaido Desak Minta Militer Venezuela Lawan Maduro
 
Dari 40 korban tewas sepanjang sepekan, Colville menyebut sedikitnya 26 orang meninggal usai "diduga ditembak pasukan keamanan atau kelompok bersenjata pro pemerintah."
 
"Sedikitnya lima orang juga diduga dibunuh pasukan keamanan dalam penggerebekan ilegal dari rumah ke rumah di wilayah permukiman miskin," ujar Colville, seperti dilansir dari laman AFP.
 
Dia menambahkan sebelas lainnya tewas oleh sekelompok orang tak dikenal. Satu anggota garda nasional Venezuela juga dikabarkan tewas di tengah bentrokan.
 
PBB juga meyakini "sedikitnya 850 orang telah ditangkap akibat ikut serta dalam aksi protes antara tanggal 21 hingga 26 Januari." Colville menyebut dari mereka yang ditangkap, 77 di antaranya adalah anak-anak.
 
"Ini adalah angka tertinggi penangkapan dalam kurun waktu satu hari," kata Colville.
 
Venezuela dilanda resesi sejak 2014, yang kemudian berlanjut dengan hiperinflasi dan merosotnya jumlah pasokan beragam barang kebutuhan pokok masyarakat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan