Protes aktivis pro-demokrasi Hong Kong masih terus berlangsung. Foto: AFP.
Protes aktivis pro-demokrasi Hong Kong masih terus berlangsung. Foto: AFP.

Inggris Inginkan Adanya Penyelidikan Terhadap Protes Hong Kong

Antara • 10 Agustus 2019 18:15
London: Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, pada Jumat meminta penyelidikan independen terhadap aksi protes baru-baru ini di bekas koloninya Hong Kong.
 
Baca juga: Aktivis Hong Kong Mulai Protes Tiga Hari di Bandara.
 
Dalam percakapan telepon dengan pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam, Raab mengecam kekerasan tersebut namun menekankan soal hak untuk melakukan aksi protes damai.

"Menteri Luar Negeri menekankan perlunya membuka dialog politik dan penyelidikan independen menyeluruh peristiwa baru-baru ini sebagai cara untuk membangun kepercayaan," kata Kantor Raab di London dalam pernyataan, seperti dilansir dari Antara, Sabtu, 10 Agustus 2019.
 
“Raab mengecam aksi kekerasan oleh semua pihak namun menggarisbawahi hak untuk menggelar protes secara damai, mengingat bahwa ratusan ribu warga Hong Kong memilih jalan ini untuk mengekspresikan pandangan mereka," tambah pernyataan tersebut.
 
"Ia menegaskan bahwa kekerasan seharusnya tidak memperkeruh tindakan sah mayoritas,” tegasnya.
 
Pihak Tiongkok belum memberikan tanggapan mengenai ucapan dari Raab itu. Sebelumnya Tiongkok memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mencampuri urusan Hong Kong.
 
Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah menyatakan "ketidakpuasan” dengan Pemerintah AS. Menurut laporan media Tiongkok, Takungpao, seorang pejabat AS dari konsulat jenderal AS di Hong Kong telah bertemu dengan "kelompok kemerdekaan" setempat. 
 
Baca juga: Tiongkok Peringatkan AS Tak Campuri Isu Hong Kong.
 
Tetapi tuduhan Tiongkok dibantah oleh AS. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus menolak klaim Tiongkok dan menuduhnya membocorkan rincian pribadi diplomat mereka.
 
"Saya tidak berpikir bahwa itu adalah protes formal, itulah yang akan dilakukan oleh rezim yang kejam. Itu bukan bagaimana bangsa yang bertanggung jawab akan berperilaku,” tegas Ortagus, seperti dikutip AFP.
 
Sementara seorang pejabat Kementerian Luar Negeri pada hari sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa perwakilan pemerintah AS "bertemu secara teratur dengan banyak orang di Hong Kong dan Makau."
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan