Dunia Berkabung atas Wafatnya Stephen Hawking
Fisikawan Stephen Hawking wafat di usia 76 tahun (Foto: AFP).
Cambridge: Fisikawan teori dan penulis terkenal 'A Brief History of Time' Profesor Stephen Hawking meninggal di Cambridge, Inggris, pada Rabu 14  Maret. Dia berusia 76 tahun.
 
Sosok legenda kosmologi moderen dan inspirasi global, para penggemar dari segala bidang memberi penghormatan kepada ilmuwan yang tidak membiarkan kelumpuhan menghentikannya untuk mengeksplorasi pertanyaan terbesar tentang asal mula alam semesta.

(Baca: Fisikawan Inggris Stephen Hawking Meninggal).

Dari astronot Kanada Chris Hadfield sampai CEO Google Sundar Punchai dan pengagum dari seluruh dunia menyampaikan rasa duka cita mereka.
 
"Jenius yang sangat hebat dan langka, selamat tinggal Profesor Hawking Anda menginspirasi dan mengajari kami semua," Hadfield mencuit.
 
"Dunia telah kehilangan pikiran yang indah dan ilmuwan yang brilian. RIP Stephen Hawking," Punchai menulis di Twitter.
 
"RIP Stephen Hawking. Di antara banyak kontribusi mendalamnya terhadap dunia ini adalah sentimen sederhana ini: 'Tidak akan ada alam semesta jika tidak ada tempat bagi orang-orang yang Anda cintai," Samantha Power bercuit.
 
"Kita sangat kehilangan hari ini. Stephen Hawking akan diingat karena kontribusinya yang luar biasa terhadap teori dan konsep kompleks sains yang lebih mudah diakses oleh massa. Dia juga akan dikenang karena semangat dan perburuannya yang tak terbatas untuk mendapatkan hasil yang lengkap," Satya Nadella juga mencuit.
 
Sejumlah tokoh penting komunitas sains termasuk ahli astrofisika Amerika Neil deGrasse Tyson dan peneliti kecerdasan buatan (AI) Demis Hassabis mengingat Hawking karena kejeniusannya.
 
(Baca: Lantangnya Suara Stephen Hawking Mengecam Donald Trump).
 
"Kematiannya telah meninggalkan kekosongan intelektual di belakangnya, tapi tidak hampa. Pikirkan hal itu sebagai semacam energi vakum yang menyerap ruang-waktu yang tidak sesuai ukuran. Stephen Hawking, RIP 1942-2018," tweet dari Neil deGrasse Tyson, seperti dikutip TIME, Rabu 14 Maret 2018.
 
"Dunia telah kehilangan pikiran yang gemilang dan manusia yang luar biasa. Sungguh suatu kehormatan untuk memiliki kesempatan berbicara dengan Stephen tentang AI. RIP Stephen Hawking," Demis Hassabis men-tweet.
 
"Mengingat Stephen Hawking, seorang fisikawan dan duta besar ilmu pengetahuan yang terkenal, teori-teorinya membuka sekumpulan kemungkinan yang kita dan dunia jelajahi. Semoga Anda tetap terbang seperti superman dalam gayaberat mikro, seperti yang Anda katakan kepada astronot di @Space_Station pada tahun 2014," cuitan NASA.
 
Para pemimpin dunia, termasuk di antara mereka yang menyampaikan belasungkawa mereka, Perdana Menteri India Narendra Modi menulis tweet, "Keteguhan dan kegigihannya menginspirasi orang-orang di seluruh dunia. Kematiannya sangat menyiksa. "
 
Selebriti juga memposting penghargaan mereka dan kenangan mengenai Hawking di media sosial, termasuk Kumail Nanjiani dari Silicon Valley, aktris dan penyanyi Emmy Rossum, dan sutradara film Errol Morris. Morris yang mengarahkan sebuah film dokumenter tentang Hawking, A Brief History of Time, diberi judul menurut buku terlaris Hawking tentang kosmologi.




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360