Aksi anarkis demo buruh di Prancis./AFP
Aksi anarkis demo buruh di Prancis./AFP

Demo Buruh Berakhir Anarkis, Polisi Prancis Tangkap 54 Pedemo

Internasional Demo Buruh prancis Demonstrasi Hari Buruh Sedunia
Marcheilla Ariesta • 02 Mei 2022 14:17
Paris: Polisi menembakkan gas air mata ke para pedemo berpakaian hitam yang memenuhi kawasan bisnis di Paris, Prancis. Para pedemo melakukan protes May Day (Hari Buruh) terhadap kebijakan Presiden Emmanuel Macron.
 
Ribuan orang bergabung dengan demo May Day di seluruh Prancis. Mereka menuntut kenaikan gaji dan meminta Macron membatalkan rencananya menaikkan usia pensiun.
 
Sebagian besar demo berlangsung damai, namun kekerasan pecah di ibu kota. Polisi menangkap 54 orang, termasuk seorang perempuan yang menyerang petugas pemadam kebakaran saat mereka memadamkan api.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Delapan petugas polisi terluka karena kekerasan yang dilakukan pedemo," ucap Menteri Dalam Negeri Gerald Damanin, dilansir dari The National, Senin, 2 Mei 2022.
 
Bentrokan dengan polisi pecah pada awal demo di dekat La Republique Square dan La Nation Square. Kelompok yang dinamakan 'Anarkis Blok Hitam' ini mengobrak-abrik McDonald's di Place Leon Blum dan menghancurkan agen properti. 
 
Baca juga: Polisi Turki Tahan 164 Pedemo yang Nekat Hadiri Demo Buruh
 
Mereka memecahkan jendela dan membakar tempat sampah. Aksi anarki itu dibalas polisi dengan tembakan gas air mata.
 
Sekitar 250 aksi unjuk rasa diselenggarakan di Paris dan kota-kota lain termasuk Lille, Nantes, Toulouse dan Marseille. Kementerian Dalam Negeri mengatakan 116.500 orang berdemonstrasi di seluruh negeri, termasuk 24.000 di ibu kota.
 
Di Paris, serikat pekerja bergabung dengan tokoh politik, kebanyakan dari kiri, dan aktivis iklim.
 
Biaya hidup adalah tema utama dalam kampanye pemilihan presiden dan tampaknya akan sama-sama menonjol sebelum pemilihan parlemen Juni mendatang.
 
Partai Macron dan sekutunya harus memenangkan pemilihan itu agar dia dapat menerapkan kebijakan pro-bisnisnya, termasuk meningkatkan usia pensiun menjadi 65 dari 62 tahun.
 
"Penting untuk menunjukkan kepada Macron dan seluruh dunia politik bahwa kami siap untuk membela hak-hak sosial kami," kata seorang mahasiswa Joshua Antunes, yang ikut berdemo.
 
Antunes juga menuduh presiden "tidak aktif" pada masalah lingkungan.
 
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "Pensiun sebelum radang sendi", "Pensiun pada usia 60", "Bekukan harga" dan "Macron, keluar"
 
"Pemerintah harus mengatasi masalah daya beli dengan menaikkan upah," Philippe Martinez, kepala serikat CGT garis keras.
 
Macron memenangkan masa jabatan presiden lima tahun baru setelah mengalahkan penantang sayap kanan Marine Le Pen dalam pemilihan putaran kedua hari Minggu lalu.
 
Pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon, yang berada di urutan ketiga dalam putaran pertama pemilihan presiden, menghadiri demo di Paris.
 
Melenchon ingin menggalang persatuan kiri, termasuk Partai Hijau, untuk mendominasi Parlemen. Dia masih berharap kesepakatan untuk membangun serikat baru dari kiri dapat dicapai pada Minggu malam.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif