Sekjen PBB Antonio Guterres. (AFP)
Sekjen PBB Antonio Guterres. (AFP)

Sekjen PBB Antonio Guterres Khawatirkan Eskalasi Kekerasan di Ethiopia

Willy Haryono • 03 November 2021 10:20
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengaku sangat khawatir atas meningkatnya eskalasi kekerasan di Ethiopia, negara yang baru saja mendeklarasikan status darurat atas konflik bersenjata di wilayah Tigray.
 
"Stabilitas Ethiopia dan kawasan di sekitarnya berada dalam risiko," ucap pernyataan Guterres yang disampaikan juru bicaranya, Stephane Dujarric, dikutip dari laman CGTN, Rabu, 3 November 2021.
 
Sekali lagi, Guterres menyerukan agar kubu-kubu bertikai di Ethiopia menghentikan permusuhan dan pertempuran. Ia juga meminta agar akses kemanusiaan untuk masyarakat rentan Ethiopia, terutama di wilayah Tigray, dibuka untuk PBB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekjen juga meminta adanya dialog nasional inklusif untuk menyelesaikan krisis, demi terciptanya landasan perdamaian serta stabilitas di seantero negeri," sambung Dujarric.
 
Baca:  Ethiopia Deklarasikan Status Darurat atas Konflik Tigray
 
Melalui Twitter, wakil sekjen PBB untuk urusan politik dan pembangunan perdamaian, Rosemary DiCarlo, menyerukan hal senada. Ia meminta agar konflik di Ethiipia diselesaikan sepenuhnya demi menghindari dampak yang lebih buruk ke depan.
 
"Konsekuensi dari konflik ini, baik terhadap negara maupun kawasan, begitu mengerikan untuk dibayangkan. Tapi sekarang masih belum terlambat untuk memulai dialog," ungkapnya.
 
"Turunkan senjata, demi menghindari kematian dan kehancuran yang tak perlu," sambung DiCarlo.
 
Menurut laporan terbaru dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan pada Senin kemarin, situasi umum di Ethiopia Utara "tak dapat diprediksi, berbahaya, dan sangat menegangkan."
 
Karena minimnya akses kemanusiaan menuju Tigray sejak awal Agustus, sebagian besar kelompok relawan mengurangi atau membatasi aktivitas mereka di Ethiopia.
 
Sejak 18 Oktober, sudah tidak ada lagi truk berisi pasokan bantuan yang memasuki Tigray. Alhasil, nutrisi yang dibutuhkan perempuan dan anak-anak di Tigray berkurang hingga setidaknya 50 persen.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif