Inggris mendesak Prancis agar berusaha mencegah imigran agar tidak keluar dari pantai mereka. Namun Prancis menyalahkan Inggris, dengan menyebut model ekonomi London cenderung "menggiurkan" bagi para imigran gelap.
"Kami meminta Inggris mengubah kerangka (perekonomian) mereka," kata Beaune, dilansir dari Russia Today, Selasa, 30 November
"Di sana ada semacam model ekonomi yang terkadang (mirip seperti) perbudakan quasi-modern," sambungnya.
Ia mengklaim eksploitasi pekerja ilegal semacam itu lebih umum di Inggris ketimbang di Prancis Menurut Beaune, Inggris perlu memperkenalkan lebih banyak pemeriksaan serta langkah-langkah ketat demi menciptakan peraturan pasar tenaga kerja yang lebih manusiawi dan legal.
Baca juga: Prancis Tolak Seruan PM Inggris Terkait Mengambil Kembali Imigran
Di saat yang sama, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin mengatakan, masalah penyeberangan Selat berpusat pada Inggris. Menurutnya, Negeri Ratu Elizabeth perlu menciptakan lebih banyak mekanisme untuk keimigrasian legal.
Para imigran, kata dia, memilih jalur berisiko karena tidak ada jalur hukum bagi mereka untuk pergi ke Inggris. "Karena mereka bisa bekerja tanpa kartu identitas di Inggris," terangnya.
Mengulangi pernyataan Beaune, ia mengklaim model ekonomi Inggris adalah salah satu pendorong utama terjadinya keimigrasian ilegal. "Salah satu mesin kebijakan ekonomi Inggris - tidak semua tentu saja - adalah mempekerjakan pekerja secara ilegal," lanjut dia.
Kedua negara ini terlibat perang kata-kata sejak Inggris mengatakan ada puluhan imigran gelap yang tewas karena kapalnya terbalik di Selat Inggris. Mereka dilaporkan menyeberang dari Prancis dengan harapan menemukan kehidupan lebih baik di London dan kota-kota besar lainnya di Inggris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News