Enes Kanter Freedom menerima penghargaan Most Valuable Patriot (MVP) dalam acara Penghargaan Patriot Fox Nation tahunan keempat di Hollywood, Florida, AS, 17 November 2022. (Fox)
Enes Kanter Freedom menerima penghargaan Most Valuable Patriot (MVP) dalam acara Penghargaan Patriot Fox Nation tahunan keempat di Hollywood, Florida, AS, 17 November 2022. (Fox)

Perjuangkan HAM, Enes Kanter Terima Penghargaan Most Valuable Patriot (MVP)

Willy Haryono • 22 November 2022 19:09
Florida: Mantan bintang NBA Enes Kanter Freedom menerima penghargaan Most Valuable Patriot (MVP) pada Penghargaan Patriot Fox Nation tahunan keempat di Hollywood, Florida, Amerika Serikat (AS).
 
Melansir laman Fox, Enes Kanter kehilangan kariernya sebagai bintang NBA karena berbicara kritis menentang kemunafikan NBA terkait masalah hak asasi manusia (HAM) di negara-negara yang berbisnis dengan liga tersebut, seperti Tiongkok dan Turki. 
 
"Saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada kalian. Saya benar-benar tersanjung dan rendah hati berada di sini," kata Kanter kepada pembawa acara "Fox & Friends" Steve Doocy, Ainsley Earhardt dan Brian Kilmeade, Kamis 17 November lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan pemain New York Knicks dan Boston Celtics itu berani bersuara memperjuangkan hak-hak sipil mengingat dirinya tumbuh di Turki, di mana sentimen anti-Barat marak. Atlet itu juga menceritakan bagaimana teman-temannya mendorongnya untuk membakar bendera Amerika Serikat.
 
"Mereka bahkan memberi saya bendera untuk membakarnya, dan saya sangat takut, saya membuangnya," kata Freedom. "Saya berlari ke atas, ke ibu saya. Saya seperti, ibu, Anda tahu, ini yang dikatakan teman saya untuk membenci orang Amerika, dan, orang Amerika itu jahat, jadi apa yang harus saya lakukan?" 
 
"Dan dia berkata, aku tidak akan memberitahumu apa yang harus dilakukan, tapi jangan membenci siapa pun sebelum kamu bertemu mereka," lanjutnya. "Aku berjanji (kepada) ibuku, ayah... Bahwa aku tidak akan membenci siapa pun sebelum aku bertemu mereka."
 
Enes Kanter, yang menambahkan namanya dengan 'Freedom' atau 'Kebebasan,' adalah atlet basket ternama yang lahir di Turki. Dia telah mengalami perjalanan hidup penuh gejolak sejak pertama kali berbicara menentang pelanggaran HAM di seluruh dunia. 
 
Dia juga telah menjadi sasaran pemerintah Turki karena sifatnya yang blak-blakan. Enes Kanter dikeluarkan dari Houston Rockets tahun ini, tetapi hal itu tidak menghentikannya untuk mengadvokasi mereka yang paling membutuhkannya.
 
"Apa pun yang terjadi dalam hidup, selalu perjuangkan kebenaran. Pertahankan keadilan dan pertahankan apa pun yang Anda yakini, bahkan jika itu berarti mengorbankan semua yang Anda miliki," kata Freedom, yang berbicara menentang pelanggaran HAM di tangan Partai Komunis Tiongkok dan meningkatkan kesadaran seputar penganiayaan terhadap etnis Uighur serta isu Tibet, Hong Kong, dan Taiwan.
 
Baca:  50 Negara Ungkapkan Kekhawatiran 'Mendalam' atas Pelanggaran HAM di Tiongkok
 
"Alasan saya ingin menambahkan 'Kebebasan' di belakang jersey saya adalah untuk mengingatkan setiap anak di Amerika betapa diberkatinya mereka di tempat terbaik di dunia," katanya. 
 
"Saya percaya Amerika akan memiliki tahun-tahun yang lebih baik ke depan. Itu memberi saya begitu banyak motivasi untuk memperjuangkan apa yang benar. Saya mewakili kebebasan. Itu hal terbaik yang bisa saya lakukan," sambungnya.
 
Freedom mengatakan ia sudah lama tidak melihat keluarganya. "Terakhir kali saya melihat keluarga saya sembilan tahun lalu," ucapnya.
 
"Saya berbicara tentang masalah yang terjadi di Tiongkok, dan hal ini membuat saya kehilangan karier saya. Jadi, satu hal yang selalu saya lakukan adalah berdoa setiap malam dan berkata, 'Tuhan, tolong, biarkan saya melihat, biarkan saya melihat keluarga saya sekali lagi,'" pungkas Enes Kanter.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif