Kedutaan AS di Ukraina akan dipindahkan dari Kiev ke Lviv untuk sementara./AFP
Kedutaan AS di Ukraina akan dipindahkan dari Kiev ke Lviv untuk sementara./AFP

AS Relokasikan Operasi Kedutaannya di Ukraina dari Kiev ke Lviv

Marcheilla Ariesta • 15 Februari 2022 10:48
Washington: Amerika Serikat (AS) merelokasi operasi kedutaannya di Ukraina, dari ibu kota Kiev ke Lviv. Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan, langkah itu diambil karena percepatan dramatis dalam penumpukan pasukan Rusia.
 
Langkah itu dilakukan ketika para pejabat AS memperingatkan bahwa Moskow terus mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Rusia dengan Ukraina dan di negara tetangga Belarusia.
 
Menurutnya, Rusia setiap saat dapat meluncurkan serangan yang menghancurkan, termasuk di Kiev. Namun, Moskow membantah tuduhan Barat bahwa mereka merencanakan invasi.

"Serangan ke Ukraina dapat mengakibatkan kekerasan besar-besaran, kehancuran besar-besaran, dan hilangnya nyawa tidak akan membedakan antara orang Amerika, Ukraina," seru Juru Bicara Kemenlu AS, Ned Price, dilansir dari Malay Mail, Selasa, 15 Februari 2022.
 
Blinken, dalam sebuah pernyataan, menyampaikan keputusan untuk memindahkan operasi ke Lviv, sekitar 80 kilometer dari perbatasan barat Ukraina dengan Polandia. 
 
Baca juga: Dubes Rusia Menjawab Histeria Invasi ke Ukraina dan Mobilisasi Pasukan
 
Sebagian besar staf kedutaan telah diperintahkan untuk meninggalkan Ukraina dan warga AS telah disarankan untuk meninggalkan negara itu dengan cara komersial.
 
Blinken mengatakan bahwa relokasi operasi kedutaan tidak sama sekali merusak dukungan AS untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.
 
"Diplomat kami akan tetap terlibat dengan pemerintah Ukraina," katanya.
 
Ia menegaskan, AS akan terus menekan Rusia untuk resolusi diplomatik. Price menambahkan, reloksi operasi kedutaan didasarkan pada penilaian yang dilihat di lapangan.
 
"Ada penumpukan (tentara) Rusia yang berkelanjutan dan tidak beralasan. Ini adalah kemungkinan berbeda, mungkin lebih nyata dari sebelumnya, bahwa Rusia dapat memutuskan untuk melanjutkan aksi militer," sambung Price.
 
Ia menambahkan, Kuasa Usaha AS di Ukraina, Kristina Kvien akan bekerja dari Lviv. Misi AS di Lviv juga akan dilindungi Polisi Garda Nasional Ukraina.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan