Pesawat jet tempur F-35 Lighting II buatan Lockheed Martin. (Fabrice COFFRINI / AFP)
Pesawat jet tempur F-35 Lighting II buatan Lockheed Martin. (Fabrice COFFRINI / AFP)

Amerika Serikat Mengaku Telah Membunuh 12 Warga Sipil Sepanjang 2021

Willy Haryono • 28 September 2022 09:59
Washington: Militer Amerika Serikat (AS) mengaku telah membunuh 12 warga sipil sepanjang tahun 2021, menurut laporan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon, Selasa, 27 September. Total 12 warga sipil itu tewas dalam serangan AS di Afghanistan.
 
"Ada sekitar 12 kematian warga sipil dan lima lainnya terluka sepanjang tahun 2021 sebagai akibat dari operasi militer AS," kata laporan Pentagon, dikutip dari AFP, Rabu, 28 September.
 
Sejak 2018, Kongres AS mewajibkan Pentagon membuat laporan semacam itu pada setiap tahunnya. Informasi yang dinilai bersifat rahasia tidak diwajibkan untuk dituangkan dalam laporan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pentagon telah mengaku bertanggung jawab atas kematian 10 warga sipil, termasuk tujuh ana-anak, dari satu keluarga. Kematian itu terjadi selama proses penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada akhir Agustus 2021.
 
Baca:  Tewaskan 10 Warga Sipil, AS Akui Serangan Drone di Kabul
 
Laporan Pentagon menyebutkan bahwa seorang warga sipil tewas dalam serangan AS pada 8 Januari di Herat, dan lainnya pada 11 Agustus di Kandahar. Dua warga sipil juga terluka pada 18 Januari di Kandahar.
 
Selain itu, militer AS mengakui telah melukai tiga warga sipil pada 1 Januari dalam serangan di Qunyo Barrow, Somalia. Pentagon juga telah merevisi kembali penghitungannya dari tahun 2018 hingga 2020, mengakui adanya tambahan 10 korban tewas dan 18 terluka, yang semuanya ada di Suriah.
 
Sejumlah lembaga non-pemerintah (NGO) secara berkala menerbitkan data yang jauh lebih tinggi ketimbang versi resmi AS terkait kematian dan korban luka di zona konflik.
 
Organisasi Airwars, yang mencantumkan korban sipil dari serangan udara di seluruh dunia, memperkirakan dalam laporan tahunannya yang terbit pada Mei lalu bahwa antara 15 dan 27 warga sipil telah tewas dalam operasi AS di Suriah.
 
Pada Januari 2022, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mendesak militer untuk berbuat lebih banyak untuk menghindari jatuhnya korban sipil dalam serangan udara. Sejumlah kesalahan mematikan dinilai telah mencoreng reputasi militer AS.
 
Melindungi warga sipil adalah sebuah "keharusan strategis dan moral," tegas Austin dalam sebuah memo yang disampaikan kepada rantai komando militer kala itu.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif