comscore

AS Tegaskan Indo-Pasifik Harus Bebas dari Klaim Laut China Selatan

Marcheilla Ariesta - 15 Juli 2020 16:06 WIB
AS Tegaskan Indo-Pasifik Harus Bebas dari Klaim Laut China Selatan
Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, David Stilwell. Foto: AFP
Washington: Amerika Serikat menegaskan untuk menolak klaim Tiongkok atas Laut China Selatan. Penolakan AS tersebut membuat Tiongkok berang dan mengatakan Washington sebagai pembuat onar.

Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, David Stilwell mengatakan kebijakan mereka untuk memperjuangkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Ini dimaksudkan agar semua negara yang berada di wilayah sekitar perairan Laut China Selatan dapat hidup makmur dan damai.

"Kebijakan kami menghargai keragaman negara-negara tersebut. Kami membela kedaulatan, kemerdekaan, dan pluralisme," kata Stilwell, dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Rabu, 15 Juli 2020.

Baca: AS Menentang Klaim Tiongkok di Laut China Selatan.

Menurut dia, Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka berarti suatu wilayah di mana negara-negara aman dalam penggunaan bersama mereka atas kepemilikan perairan tersebut. Dia menambahkan, tidak ada kekuatan hegemoni mendominasi atau mengubah perairan internasional menjadi 'zona pengecualian'.

Stilwell menuturkan pendekatan yang dilakukan AS dibangun atas catatan panjang Amerika di Pasifik dalam menjaga perdamaian, menegakkan kebebasan laut yang sejalan dengan hukum internasional.

"Ini adalah kepentingan yang penting dan tetap kami miliki bersama dengan banyak sekutu dan mitra kami," terangnya.

Dia juga mengatakan pihaknya telah meningkatkan dukungan pengembangan kapasitas maritim untuk mitra mereka di Asia Tenggara. Ini, katanya, termasuk dengan operasi kebebasan navigasi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyampaikan Negeri Paman Sam menolak klaim Tiongkok. Dia menuduh Beijing mengintimidasi negara-negara di Asia Tenggara yang juga memiliki klaim di perairan tersebut.

Baca: Tiongkok Sebut AS Pembuat Onar.

Pompeo mengatakan, Beijing telah mengklaim sumber daya lepas pantai di sebagian perairan jalur sutra tersebut secara tidak sah. Dia menambahkan Tiongkok tidak memiliki dasar hukum untuk memaksakan kehendaknya di kawasan secara sepihak.
 
Beijing, lanjut Pompeo, tidak memiliki landasan hukum untuk mengklaim 'sembilan garis putus' di Laut China Selatan. "Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan Laut China Selatan sebagai kerajaan maritimnya," seru Pompeo.
 
"Amerika mendukung sekutu dan mitra Asia Tenggara kami dalam melindungi hak kedaulatan mereka atas sumber daya lepas pantai, konsisten dengan hak dan kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional," tuturnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://www.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id