Kelompok G7 sepakat hentikan impor gas dari Rusia./AFP
Kelompok G7 sepakat hentikan impor gas dari Rusia./AFP

G7 Sepakat Larang dan Hapus Impor Minyak dari Rusia

Internasional ukraina g7 rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 09 Mei 2022 09:26
London: Para pemimpin kelompok tujuh negara demokrasi maju (G7) sepakat untuk melarang atau menghapus impor minyak dari Rusia. Mereka menyampaikannya dalam pembicaraan daring dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
 
Kesepakatan ini sebagai penekanan dukungan mereka dan menunjukkan persatuan Barat pada Hari Kemenangan di Eropa yang ditandai dengan penyerahan Nazi Jerman.
 
"Dengan memotong pasokan minyak Rusia akan 'memukul' keras arteri ekonomi (Presiden Rusia Vladimir) Putin untuk menolak pendapatan yang dibutuhkan mendanai perangnya," kata G7 dalam pernyataan bersama, dilansir dari Asahi, Senin, 9 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan memastikan bahwa kami melakukannya secara tepat waktu dan teratur, dan dengan cara yang menyediakan waktu bagi dunia untuk mengamankan pasokan alternatif," sambung kelompok yang beranggotakan Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Jerman, Prancis dan Italia dan Jepang itu.
 
Melihat kembali Perang Dunia II, para pemimpin menekankan persatuan dalam tekad mereka bahwa Putin tidak boleh menang.
 
Baca juga: PM Kanada Umumkan Pemberian Senjata Baru ke Ukraina
 
"Kami berhutang budi kepada semua orang yang berjuang untuk kebebasan dalam Perang Dunia Kedua, untuk terus berjuang hari ini, untuk rakyat Ukraina, Eropa, dan komunitas global," sambung mereka.
 
Panggilan telepon Presiden AS Joe Biden dengan para pemimpin G-7 dan Zelensky berlangsung sekitar sejam.
 
Kantor Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan, pemimpin G7 menegaskan kembali komitmen untuk mendiversifikasi sumber energi, mengurangi. ketergantungan pada pasokan Rusia.
 
AS juga mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina. Mereka termasuk memotong iklan Barat dari tiga stasiun televisi terbesar Rusia, melarang perusahaan akuntansi dan konsultan AS memberikan layanan kepada orang Rusia mana pun, dan menumpuk pembatasan tambahan pada sektor industri Rusia, termasuk memutus Moskow dari produk kayu, industri mesin dan lainnya.
 
Gedung Putih mengumumkan sanksi baru menjelang Hari Kemenangan 9 Mei, ketika Rusia secara tradisional merayakan kekalahan Nazi Jerman pada tahun 1945 dengan parade militer besar-besaran.
 
Putin diperkirakan akan berbicara tentang apa yang disebut Rusia sebagai operasi militer khusus di Ukraina dan berbicara kepada pasukan di Lapangan Merah pada hari ini.
 
Sekutu AS dan Eropa berusaha untuk menawarkan pesan balasan bahwa Putin semakin mengisolasi Rusia dari seluruh dunia dan melakukan kerusakan besar pada ekonomi Rusia.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif