Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas saat berbicara di Ramallah, Tepi Barat pada 3 September 2020. (Alaa BADARNEH/POOL/AFP)
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas saat berbicara di Ramallah, Tepi Barat pada 3 September 2020. (Alaa BADARNEH/POOL/AFP)

Uni Eropa Ingatkan Palestina untuk Tidak Batalkan Pemilu

Internasional palestina jalur gaza uni eropa hamas Mahmoud Abbas
Willy Haryono • 22 Februari 2021 12:23
Brussels: Uni Eropa mengingatkan Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas untuk tidak membatalkan pemilihan umum legislatif yang dijadwalkan berlangsung Mei mendatang. Jika dibatalkan, lanjut UE, maka Eropa akan menghentikan bantuan dan dukungan terhadap PA.
 
Dalam laporan kantor berita Kan News pada Senin, 22 Februari 2021, anggota UE dan negara-negara lain di benua Eropa dikabarkan tidak mau lagi menyalurkan bantuan ke PA jika proses demokrasi dan reformasinya terhenti.
 
Total nilai bantuan dari Eropa untuk PA diestimasi mencapai EUR600 juta pada setiap tahunnya. Berbeda dengan Eropa, hingga saat ini Amerika Serikat belum menentukan posisi mengenai pemilu Palestina tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hussein Al-Sheikh, kepala Otoritas Urusan Sipil Umum PA, menuliskan via Twitter pada Minggu malam bahwa "pemilu Palestina adalah keputusan yang berakar dari kepentingan nasional demi memperkuat jalan demokrasi yang diikuti seluruh elemen masyarakat Palestina."
 
"Semua rumor seputar Eropa dan ancaman lainnya tidak benar dan hanya bertujuan mengganggu jalannya pemilu," lanjut dia.
 
Sebelumnya, Abbas telah mengeluarkan dekrit yang memerintahkan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi menjelang pemilu legislatif pada Mei mendatang. Dekrit tersebut merupakan permintaan dari beberapa faksi Palestina yang telah berdiskusi seputar pemilu dalam pertemuan yang dimediasi Mesir bulan ini.
 
Pemilu legislatif pada 22 Mei mendatang akan menjadi yang pertama di tanah Palestina sejak Hamas berjaya dalam pemungutan suara 2006. Satu tahun setelah pemilu tersebut, Hamas berperang dengan pasukan pro-Abbas.
 
Perang tersebut berujung pada dikuasainya Jalur Gaza oleh Hamas, sementara pemerintahan PA di bawah Abbas mendirikan kantor pusatnya di Ramallah, Tepi Barat.
 
Hamas dan grup Fatah yang dipimpin Abbas telah menyepakati mekanisme pemilu Palestina. Keduanya berjanji akan menghormati apapun hasil pemilu Palestina.
 
Baca:  Presiden Palestina Serukan Kebebasan Berekspresi Jelang Pemilu 2021
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif