Donald Trump disanksi karena tuduh Hillary Clinton mencurangi pemilu 2016./AFP
Donald Trump disanksi karena tuduh Hillary Clinton mencurangi pemilu 2016./AFP

Sembrono Tuduh Hillary Clinton Curang, Trump Disanksi Rp15 Miliar

Marcheilla Ariesta • 20 Januari 2023 22:45
Washington: Seorang hakim federal Amerika Serikat (AS) memberikan sanksi kepada mantan Presiden Donald Trump dan pengacaranya hampir USD1 juta (setara Rp15,1 miliar). Sanksi ini diberikan untuk gugatan 'sembrono' yang mengklaim Hillary Clinton telah mencoba untuk mencurangi pemilu 2016.
 
Hakim John Middlebrooks mengatakan, Trump menunjukkan "pola penyalahgunaan pengadilan yang berkelanjutan" dan telah mengajukan gugatan "untuk mendorong narasi politik secara tidak jujur."
 
Gugatan, yang dibatalkan Middlebrooks tahun lalu, mengklaim bahwa Clinton, yang kalah dalam pemilihan presiden 2016 dari Trump, dan lainnya telah menciptakan narasi palsu bahwa kampanyenya telah berkolusi dengan Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Trump telah meminta ganti rugi USD70 juta. Namun, menurut Middlebrooks, gugatan itu seharusnya tidak pernah diajukan.
 
Baca juga: Komite 6 Januari: Trump Tak Boleh Berkuasa Lagi di Pemerintahan
 
"Ketidakcukupannya sebagai tuntutan hukum terbukti sejak awal. Tidak ada pengacara yang masuk akal yang akan mengajukannya. Dimaksudkan untuk tujuan politik, tidak ada tuntutan yang diubah yang menyatakan tuntutan hukum yang dapat dikenali," tulisnya, dilansir dari AFP, Jumat, 20 Januari 2023.
 
Perintah itu juga memberikan sanksi kepada pengacara Trump, Alina Habba.
 
Middlebrooks menulis, "Trump adalah seorang penggugat yang produktif dan canggih yang berulang kali menggunakan pengadilan untuk membalas dendam pada musuh politik."
 
"Dia adalah dalang dari penyalahgunaan strategis proses peradilan, dan dia tidak dapat dilihat sebagai pihak yang berperkara secara membabi buta mengikuti saran dari seorang pengacara. Dia tahu betul dampak dari tindakannya," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif