Personel militer bersiaga di luar penjara Guayas 1 di Guayaquil, Ekuador, 13 November 2021. (Fernando Mendez / AFP)
Personel militer bersiaga di luar penjara Guayas 1 di Guayaquil, Ekuador, 13 November 2021. (Fernando Mendez / AFP)

68 Narapidana Tewas dalam Kerusuhan Geng Penjara di Ekuador

Willy Haryono • 14 November 2021 09:40
Guayaquil: Setidaknya 68 narapidana tewas dan 25 lainnya terluka dalam bentrokan antar geng kriminal di dalam penjara terbesar di Ekuador pada Sabtu, 13 November 2021. Otoritas Ekuador membutuhkan waktu hingga hampir sehari penuh dalam memulihkan situasi.
 
Bentrokan terjadi pada Sabtu subuh di sebuah penjara di kota Guayaquil. Ini merupakan bentrokan antar geng narkotika internasional yang terjadi kesekian kalinya di penjara tersebut.
 
Sejumlah video di media sosial memperlihatkan jasad manusia, beberapa di antaranya dalam kondisi terbakar, tergeletak di berbagai sudut penjara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerusuhan yang juga melibatkan senjata api ini berlangsung lebih kurang 8 jam sejak pagi. Sempat terhenti sebentar, bentrokan kembali pecah pada sore hari.
 
Juru bicara presiden Ekuador, Carlos Jijon, mengumumkan bahwa situasi di penjara Guayaquil baru terkendali saat memasuki waktu malam. Ia mengatakan, sekitar 900 polisi dikerahkan ke penjara untuk mengamankan situasi.
 
"Dalam pertempuran awal, para narapidana berusaha menghancurkan sebuah tembok untuk masuk ke Paviliun 2 dengan tujuan melakukan pembantaian. Mereka juga membakar tempat tidur agar para rivalnya keracunan asap," kata Gubernur Guayas, Pablo Arosemena.
 
"Kami sedang berjuang melawan peredaran narkotika. Ini perjuangan yang sangat berat," sambungnya, dilansir dari Herald Online.
 
Pertumpahan darah di penjara Guayaquil ini terjadi kurang dari dua bulan usai peristiwa serupa menewaskan 119 orang. Terbesar di Ekuador, penjara Guayaquil menampung lebih dari 8.000 narapidana.
 
Baca:  Korban Bentrokan Penjara Ekuador Capai 100 Orang, Beberapa Dipenggal
 
Komandan polisi Jenderal Tanya Varela mengatakan, pantauan drone di atas penjara memperlihatkan jajaran narapidana di tiga paviliun yang sebagian di antaranya memegang senjata api serta bahan peledak. Otoritas Ekuador mengatakan, senjata dan peledak itu diselundupkan ke penjara melalui kendaraan pengantar dan terkadang oleh drone.
 
Aksi kekerasan di penjara Ekuador terjadi di tengah status darurat nasional yang diserukan Presiden Guillermo Lasso pada Oktober lalu. Dalam status darurat ini, pasukan keamanan mendapat wewenang lebih dalam memerangi peredaran narkotika dan kejahatan lainnya.

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif