Kerusuhan di Penjara Ekuador menyebabkan 100 tewas orang. Foto: AFP
Kerusuhan di Penjara Ekuador menyebabkan 100 tewas orang. Foto: AFP

Korban Bentrokan Penjara Ekuador Capai 100 Orang, Beberapa Dipenggal

Fajar Nugraha • 30 September 2021 06:46
Guayaquil: Korban tewas akibat bentrokan berdarah antara geng-geng saingan di kompleks Penjara Guayaquil, Ekuador melampaui 100. Sementara puluhan lainnya terluka.
 
“Korban tewas dalam pertempuran geng di sebuah penjara di kota pantai Guayaquil telah meningkat menjadi lebih dari 100 ketika pihak berwenang menemukan lebih banyak mayat,” kata pernyataan layanan penjara Ekuador, seperti dikutip TRT, Kamis 30 September 2021.
 
“Sedikitnya lima mayat dipenggal kepalanya,” imbuh pernyataan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: 24 Narapidana Tewas dan 48 Terluka dalam Kerusuhan di Penjara Ekuador.
 
Biro penjara negara itu mengatakan pada Rabu dalam sebuah tweet bahwa "saat ini lebih dari 100 orang tewas dan 52 terluka telah dikonfirmasi" dalam bentrokan Selasa di kompleks penjara Guayaquil.
 
Sebelumnya, jumlah korban tewas yang dikonfirmasi mencapai 30 tetapi komandan polisi daerah Fausto Buenano mengatakan, mayat yang ditemukan di saluran pipa penjara masih diidentifikasi.
 
Kendaraan lapis baja, tentara, ambulans, dan kerabat narapidana berkumpul di luar lembaga pemasyarakatan, yang terakhir menunggu kabar dari orang yang dicintai di dalam. Kekerasan melibatkan tembakan, pisau, ledakan
 
Komandan Polisi Fabian Bustos mengatakan, operasi polisi dan militer telah menguasai kembali penjara setelah lima jam pada Selasa. Dia mengatakan beberapa senjata telah disita.
 
“Kekerasan itu melibatkan tembakan, pisau, dan ledakan dan disebabkan oleh perselisihan antara geng penjara ‘Los Lobos’ dan ‘Los Choneros’,” ucap para pejabat.
 
Mantan Direktur Intelijen Militer Ekuador Kolonel Mario Pazmino mengatakan, pertempuran berdarah menunjukkan bahwa kejahatan terorganisir transnasional telah menembus struktur sistem penjara Ekuador. Pazmino menambahkan bahwa kartel Sinaloa dan Jalisco Generasi Baru Meksiko beroperasi melalui geng-geng lokal.
 
"Mereka ingin menabur ketakutan," tegas Pazmino, setelah para pejabat mengonfirmasi 10 pemenggalan kepala.


Rantai kerusuhan

Pada Juli, Presiden Guillermo Lasso menetapkan keadaan darurat di sistem penjara Ekuador menyusul beberapa episode kekerasan yang mengakibatkan lebih dari 100 narapidana terbunuh.
 
Sebelumnya, hari paling berdarah terjadi pada Februari, ketika 79 napi tewas dalam kerusuhan serentak di tiga lapas di Tanah Air.
 
Pada Juli, 22 tahanan lagi kehilangan nyawa mereka di penjara Litoral, sementara pada September sebuah penjara diserang oleh drone tanpa meninggalkan korban jiwa.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif