Ilustrasi kebakaran hutan. (Medcom.id)
Ilustrasi kebakaran hutan. (Medcom.id)

Pesawat Militer Bantu Padamkan 143 Titik Kebakaran Hutan di Kanada

Internasional kebakaran hutan cuaca ekstrem gelombang panas kanada
Marcheilla Ariesta • 03 Juli 2021 14:46
Ottawa: Kanada bersiap mengirim pesawat militer dan bantuan lainnya untuk mengevakuasi warga di kota-kota dekat area kebakaran hutan. Pesawat-pesawat itu juga akan digunakan untuk membantu memadamkan lebih dari 100 titik api di hutan Kanada.
 
Kebakaran hutan dipicu gelombang panas yang melanda Kanada dalam beberapa hari terakhir. Dari 143 titik api di British Columbia, 77 di antaranya aktif sejak dua hari lalu.
 
Intensitas kebakaran hutan diperparah ratusan sambaran petir. Merespons situasi ini, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau berencana membentuk sebuah gugus tugas khusus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah wali kota dan kepala daerah di wilayah terdampak kebakaran hutan. "Kami akan berada di sana untuk membantu," ucap Trudeau, dilansir dari AFP, Sabtu, 3 Juli 2021.
 
Bantuan yang diberikan pemerintah Kanada meliputi termasuk helikopter militer dan pesawat angkut turboprop Hercules. "Pasukan dari Kanada siap mendukung warga terdampak," imbuh Menteri Pertahanan Harjit Sajjan.
 
Baca:  KBRI Ottawa: Belum Ada WNI Terdampak Gelombang Panas Kanada
 
Sekitar seribu orang telah melarikan diri dari kebakaran hutan di British Columbia. Saat ini otoritas setempat sedang mencari sejumlah warga yang dinyatakan hilang di tengah proses evakuasi.
 
Sejauh ini area yang terkena dampak terparah kebakaran hutan di Kanada adalah Lytton, desa yang berlokasi sekitar 250 kilometer dari Vancouver. Warga di desa itu telah dievakuasi setelah kebakaran hutan tiba-tiba berkobar dan menyebar dengan sangat cepat.
 
Kebakaran terjadi satu hari setelah Lytton mencatat rekor temperatur udara tertinggi di Kanada, yakni 49,6 derajat Celcius pada Selasa lalu. Sejumlah pejabat daerah Kanada melaporkan adanya ratusan kematian di tengah gelombang panas ini, namun pemerintah pusat merilis data resmi.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif