Ukraina pukul mundur pasukan Rusia, Moskow tunjuk jenderal baru./AFP
Ukraina pukul mundur pasukan Rusia, Moskow tunjuk jenderal baru./AFP

Dipukul Mundur Ukraina, Rusia Tunjuk Jenderal Baru untuk Pimpin Serangan

Marcheilla Ariesta • 09 Oktober 2022 12:57
Moskow: Rusia menunjuk seorang jenderal baru untuk memimpin serangan Ukraina. Langkah ini diambil setelah Moskow mengalami serangkaian kemunduran militer yang memicu kritik terhadap kepemimpinan militer.
 
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, Jenderal Sergey Surovikin ditunjuk sebagai komandan Pasukan Gabungan di wilayah 'operasi militer khusus'. Keputusan itu diumumkan setelah pasukan Moskow didorong mundur oleh Kiev dalam beberapa pekan terakhir.
 
Menurut situs kementerian, Surovikin berusia 55 tahun, lahir di Novosibirsk, Siberia.

Dilansir dari AFP, Minggu, 9 Oktober 2022, ia memiliki pengalaman tempur dalam konflik 1990-an di Tajikistan dan Chechnya. Baru-baru ini, ia juga mengikuti intervensi di Suriah.
 
"Hingga saat ini Surovikin memimpin pasukan selatan di Ukraina," kata Kementerian Pertahanan Rusia.
 
Baca juga: Gawat! Prajurit Infanteri Putin Dilaporkan Saling Bunuh
 
Nama pendahulunya tidak pernah secara resmi diungkapkan, tetapi beberapa media Rusia mengatakan itu adalah Jenderal Alexander Dvornikov — juga seorang jenderal Perang Chechnya Kedua dan komandan Rusia di Suriah.
 
Keputusan itu –,yang secara tidak biasa diumumkan oleh Moskow,– muncul setelah serangkaian kekalahan telak yang diderita oleh tentara Rusia di Ukraina.
 
Pasukan Rusia diusir dari sebagian besar wilayah timur laut Kharkiv pada awal September oleh serangan balasan Ukraina yang memungkinkan Kiev merebut kembali ribuan kilometer persegi wilayah.
 
Pasukan Rusia juga kehilangan wilayah di wilayah Kherson selatan serta pusat transportasi Lyman di Ukraina timur. Kemunduran tersebut menyebabkan meningkatnya kritik terhadap kepemimpinan militer, termasuk dari kalangan elit.
 
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyerukan pemecatan seorang jenderal tinggi pekan lalu. Sementara seorang anggota parlemen senior - Andrei Kartapolov - mendesak pejabat militer untuk berhenti "berbohong" tentang situasi di medan perang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan