Tentara Rusia yang melakukan penjagaan di Krimea. Foto: AFP
Tentara Rusia yang melakukan penjagaan di Krimea. Foto: AFP

Gawat! Prajurit Infanteri Putin Dilaporkan Saling Bunuh

Medcom • 07 Oktober 2022 06:45
Moskow: Pada saat militer Ukraina telah berhasil mengejar pasukan Rusia keluar dari satu wilayah ke wilayah lain, prajurit infanteri dari Presiden Vladimir Putin tampaknya telah mengarahkan senjata mereka satu sama lain. Hal ini mereka lakukan ketika ‘operasi militer khusus’ pemimpin Rusia terus-menerus hancur dengan cara yang spektakuler.
 
Upaya Kremlin yang gagal untuk mendapatkan keunggulan di medan perang dengan mengerahkan tentara bayaran dari Grup Wagner, yang saat ini mencakup ratusan narapidana penjara dilaporkan menjadi bumerang ketika pasukan militer swasta itu berhadapan dengan militer Rusia.
 
Konflik yang berkembang tersebut mengakibatkan seorang pejuang Wagner menembak mati seorang letnan kolonel di tentara Rusia. Hal ini menjadi sebuah episode mematikan dari tembakan persahabatan yang Kremlin katakan sebagai usaha untuk menyapu di bawah karpet, menurut kelompok hak asasi manusia. .

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mereka berusaha untuk membungkam insiden itu dan mencegah adanya publisitas. Dan ini bukan darurat pertama dari jenisnya,” ujar kelompok asasi itu mengutip sebuah sumber kepada saluran telepon, Gulagu.net, seperti yang dikutip dalam laman Yahoo News, pada Jumat, 7 Oktober 2022.
 
Insiden tersebut juga dilaporkan oleh dua saluran Telegram Rusia lainnya, meskipun tidak ada rincian yang diberikan tentang kapan atau di mana penembakan itu dikatakan terjadi. Namun, dugaan penembakan  bukan satu-satunya contoh pertikaian yang baru-baru ini terjadi di antara pasukan Rusia.
 
Baza melaporkan pada awal pekan ini, perkelahian massal pecah antara tentara Rusia yang baru direkrut dan tentara kontrak di sebuah pangkalan militer di luar Moskow. Bahkan,hampir dua lusin tentara kontrak dikatakan telah dipukuli oleh tentara wajib militer dan diselamatkan setelah mengunci diri di ruang terpisah dan menelepon polisi untuk meminta bantuan. 
 
Perkelahian ini sendiri dilaporkan meletus setelah beberapa tentara kontrak menuntut tentara yang baru masuk wajib militer untuk menyerahkan ponsel dan perlengkapan milik mereka.
 
Tidak sampai di situ, keributan yang terlihat di antara pasukan juga tampak terbawa ke ruang informasi Rusia yang lebih luas. Hal ini ditandai dengan blogger militer pro-Kremlin semakin blak-blakan dalam kritik mereka terhadap komando militer utama dan sekutu Putin yang lebih radikal secara terbuka mencemooh mereka yang bertanggung jawab atas perang.
 
“Kontroversi seputar mobilisasi parsial yang dijalankan dengan buruk, ditambah dengan kekalahan besar Rusia di Kharkiv Oblast dan sekitar Lyman, telah meningkatkan pertikaian antara faksi nasionalis Rusia pro-Putin dan menciptakan keretakan baru di antara suara-suara yang berbicara dengan daerah pemilihan inti Putin,” ujar tulis Institute for Study of War (ISW) dalam penilaian pada hari Selasa.
 
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov adalah salah satu kritikus paling vokal dari pendekatan Kementerian Pertahanan Rusia dalam beberapa hari terakhir. Dirinya kemudian mengumumkan pada Rabu bahwa Putin yang ‘baik dan terkasih’ secara pribadi memberi tahu dirinya bahwa dia dipromosikan ke pangkat kolonel jenderal.
 
Langkah ini sendiri mungkin dilihat oleh beberapa orang sebagai sinyal bahwa presiden Rusia berpihak pada garis keras seperti Kadyrov atas pejabat pertahanannya sendiri.
 
Di sisi lain, Yevgeny Prigozhin, dalang di belakang Kelompok Wagner juga muncul dengan kubu itu. Prigozhin kemudian menggemakan keluhan Kadyrov tentang militer Rusia setelah mundur secara memalukan dari Lyman selama akhir pekan.
 
Sementara itu, sumber-sumber yang dekat dengan Kremlin mengatakan, kepada Meduza bahwa pemimpin Rusia itu enggan menghukum mereka walau telah mengoceh tentang komando militer. Hal ini dikarenakan Putin dia menganggap tentara bayaran Wagner dan batalyon Chechnya ‘efektif’ dalam perang. 
 
“Putin sekarang menemukan dirinya dalam dilema. Dia tidak bisa mengambil risiko mengasingkan kamp Kadyrov-Prigozhin, karena dia sangat membutuhkan pasukan Chechnya Kadyrov dan tentara bayaran Grup Wagner Prigozhin untuk berperang di Ukraina. Dia juga tidak dapat mencabut hak memilih Kementerian Pertahanan, yang menyediakan sebagian besar kekuatan militer Rusia di Ukraina dan fondasi kelembagaan yang diperlukan untuk melaksanakan perintah mobilisasi dan melanjutkan perang,” tulis ISW.
 
“Setelah serangkaian kekalahan besar di medan perang, Putin sekarang tertarik pada metode perang alternatif dan mereka yang menawarkan metode tersebut,” ujar satu sumber kepada Meduza.
 
Perselisihan yang sangat umum antara kelompok-kelompok yang bertikai yang dekat dengan Putin ini telah mengungkap celah mencolok dalam mesin perang presiden Rusia. Bahkan ketika militer Ukraina itu terus maju dengan serangan balasan yang menakjubkan untuk merebut kembali tanah negara itu.
 
Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Ukraina berhasil merebut kembali delapan desa baru di wilayah Kherson pada Selasa malam. Beberapa desa lainnya di Kharkiv, Luhansk, dan Donetsk bahkan adalah wilayah yang dengan bangga diklaim oleh Putin, hanya beberapa hari sebelumnya, sebagai bagian dari Rusia.
 
“Tidak ada kontradiksi dalam hal ini. [Wilayah itu] akan bersama Rusia selamanya, mereka akan dikembalikan,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov yang memberikan tanggapan yang tidak meyakinkan saat diminta untuk menjelaskan bagaimana Rusia dapat mengklaim wilayah yang ditinggalkan oleh pasukannya sendiri pada hari Rabu lalu. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif