Kehancuran di Ukraina akibat serangan Rusia dikhawatirkan meluas ke negara lain. Foto: AFP
Kehancuran di Ukraina akibat serangan Rusia dikhawatirkan meluas ke negara lain. Foto: AFP

Ukraina Tuduh Rusia Ciptakan Kerusuhan di Wilayah Separatis Moldova

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Moldova Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 27 April 2022 08:45
Kiev: Kekhawatiran perang di Ukraina dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas semakin menjadi. Kiev menuding Rusia berusaha menciptakan kerusuhan di wilayah separatis Moldova yang didukung Moskow.
 
PBB dan Amerika Serikat (AS) memperingatkan meningkatnya ketegangan di wilayah Transnistria di Moldova saat Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
 
Pasukan Rusia berada di Transnistria selama beberapa dekade, setelah wilayah yang didominasi penutur bahasa Rusia itu memisahkan diri dari bekas republik Soviet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Ledakan Guncang Menara Radio di Wilayah Transnistria yang Didukung Rusia.
 
Ledakan minggu ini menargetkan kementerian keamanan negara, menara radio dan unit militer. Ledakan terjadi setelah seorang komandan Rusia mengklaim penutur bahasa Rusia di Moldova mengalami penindasan.
 
Klaim tersebut memicu alarm bahwa Moldova bisa menjadi target Rusia berikutnya karena Moskow menggunakan argumen "bendera palsu" yang sama setelah meluncurkan invasi berdarahnya ke Ukraina pada 24 Februari.
 
"Rusia ingin mengacaukan kawasan Transnistria," ucap penasihat Presiden Ukraina, Mykhaylo Podolyak di Twitter, dilansir dari AFP, Rabu, 27 April 2022.
 
"Jika Ukraina jatuh, besok pasukan Rusia akan berada di gerbang Chisinau," sambung dia, mengacu pada ibu kota Moldova.
 
Juru bicara PBB mengatakan, Guterres mengikuti situasi yang terjadi dengan laporan keprihatinan atas insiden keamanan yang baru di wilayah Transnistria, Moldova.
 
Amerika Serikat menggemakan kekhawatiran serupa, berhenti mendukung anggapan Kiev bahwa Rusia bertanggung jawab. "Kami sepenuhnya mendukung integritas dan kedaulatan teritorial Moldova," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price.
 
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah melobi untuk senjata yang lebih berat untuk mendorong kembali kemajuan Rusia yang sekarang difokuskan di wilayah timur Donbas.
 
Sekutu Barat khawatir akan terseret ke dalam perang langsung dengan Rusia, tetapi Washington berjanji pada pertemuan dua menterinya dengan Zelensky kemarin untuk menggerakkan 'langit dan bumi' agar memungkinkan Ukraina muncul sebagai pemenang.
 
"Ukraina jelas percaya bahwa itu bisa menang dan begitu juga semua orang di sini," seru Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.
 
Dengan senjata mengalir ke Ukraina, Jerman mengumumkan kemarin bahwa mereka akan mengirim tank anti-pesawat. "Saya dapat mengatakan satu hal, tentara Ukraina akan memiliki sesuatu untuk diperangi," tutur Menlu Ukraina Dmytro Kuleba.
 
"Kami telah memasuki fase yang sama sekali baru. Tapi ini baru permulaan. Lebih banyak lagi yang akan datang kepada kita," pungkasnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif