Kandidat Presiden Prancis Marine Le Pen. Foto: AFP
Kandidat Presiden Prancis Marine Le Pen. Foto: AFP

Kandidat Presiden Prancis Ingin Larang Jilbab Jika Menang Pemilu

Internasional prancis pemilu prancis Marine Le Pen
Fajar Nugraha • 20 April 2022 08:35
Paris: Kandidat Presiden Prancis Marine Le Pen melontarkan rencana untuk melarang warga Muslim menggunakan jilbab di depan umum. Hal ini menjadi senjata bagi petahana Presiden Emmanuel Macron menjelang pemungutan suara putaran kedua 24 April mendatang.
 
Le Pen sebelumnya terlibat konfrontasi dengan seorang perempuan Prancis yang mengenakan jilbab saat dia kampanye.  Kejadian itu menyalakan kembali perdebatan lama di Prancis tentang tempat pakaian agama di republik sekuler yang kukuh.
 
Namun setelah beberapa hari, Le Pen berupaya meredam polemik. Kandidat presiden sayap kanan menyatakan rencana untuk melarang mengenakan jilbab di depan umum tidak akan menjadi prioritasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara Macron memberi selamat kepada seorang wanita muda di Strasbourg yang mengatakan dia mengenakan jilbab karena pilihan dan menyebut dirinya seorang feminis. Sementara Le Pen menghadapi pertanyaan dari seorang nenek di sebuah pasar di Prancis selatan tentang mengapa dia tidak boleh memakai jilbab.
 
Segera setelah Le Pen muncul untuk melunakkan pendiriannya, meskipun dia mengulangi penentangannya terhadap pakaian secara umum, yang dia sebut "seragam Islamis" yang dia katakan sama dengan mendukung interpretasi ekstrem anti-Barat dari keyakinan Muslim.
 
Pada Sabtu Le Pen mengatakan, “dia mengakui bahwa ini adalah ‘masalah kompleks’ dan bahwa ‘akan ada perdebatan’ di parlemen sebelum larangan baru diperkenalkan. “Majelis Nasional akan dapat mempertimbangkan,” tambahnya. Pemilihan legislatif berlangsung pada 12 dan 19 Juni.
 
“Tindakan itu akan datang hanya setelah berfokus pada inisiatif lain yang dirancang untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh ekstremis Islam,” kata juru kampanye Le Pen, Sebastien Chenu di BFM TV, seperti dikutip dari France24, Rabu 20 April 2022.
 
“Tujuan kami bukan untuk melawan perempuan, ini untuk melindungi dan membebaskan mereka yang dikenakan (jilbab) baik oleh tekanan sosial atau keluarga,” sebut Chenu.
 
“Targetnya bukan nenek 70 tahun, tapi gerakan Islamis,” tuturnya.
 
Langkah untuk menenangkan kontroversi adalah tanda bagaimana Le Pen berusaha untuk menghilangkan pandangan keras platformnya dalam upaya untuk memperluas daya tariknya menjelang putaran kedua 24 April.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif