Presiden AS Donald Trump. (AFP)
Presiden AS Donald Trump. (AFP)

Twitter Tutup Permanen Akun Trump

Internasional amerika serikat twitter joe biden donald trump Pilpres AS 2020 Pelantikan Joe Biden Pendukung Trump Rusuh
Willy Haryono • 09 Januari 2021 09:18
Washington: Raksasa media sosial Twitter menutup permanen akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Twitter mengatakan, keputusan ini diambil usai mempertimbangkan "potensi terjadinya penghasutan aksi kekerasan lebih lanjut."
 
Sebelumnya, akun Twitter Trump sempat diblokir selama 12 jam usai para pendukungnya menyerbu Gedung Capitol di Washington DC. Tulisan Trump di Twitter kala itu dinilai telah mendorong massa untuk membatalkan pengesahan kemenangan presiden terpilih AS Joe Biden.
 
"Keputusan diambil usai mengkaji secara seksama beberapa cuitan terkini dari akun @realDonaldTrump," ucap pihak Twitter, dilansir dari laman BBC pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak beberapa tahun terakhir, sejumlah politisi dan selebritas AS telah menyerukan Twitter untuk menutup akun Trump selamanya.
 
Kamis kemarin, mantan ibu negara Michelle Obama meminta Twitter dan perusahaan media sosial lainnya untuk berhenti menghadirkan wadah bagi perilaku buruk Trump. Ia juga meminta agar akun Trump ditutup selamanya.
 
Jason Miller, penasihat kampanye Trump menilai langkah terbaru Twitter sebagai sesuatu yang "menjijikkan."
 
Akun Trump ditutup selama 12 jam pada Rabu kemarin usai dirinya menyebut massa yang menyerbu Gedung Capitol sebagai "patriot." Ratusan pendukung Trump pun merasa mendapat dukungan, dan terus menerobos masuk ke sejumlah kantor di gedung tersebut.
 
Bentrokan dengan aparat keamanan tak terhindarkan, dan empat orang pun dinyatakan tewas dalam kekacauan di Gedung Capitol. Satu polisi juga dikabarkan tewas dalam kericuhan tersebut.
 
Baca:  Polisi AS Meninggal Akibat Terluka dalam Serangan Pendukung Trump
 
Selama penutupan 12 jam berakhir, Trump kembali menggunakan Twitter. Namun dua tulisan selanjutnya membuat Twitter kehilangan kesabaran.
 
Dalam cuitan pertama usai penutupan sementara, Trump berkata: "75 juta Patriot Amerika yang memilih saya akan memiliki suara besar untuk masa mendatang. Mereka sama sekali tidak boleh diperlakukan buruk dalam bentuk apapun."
 
Menurut Twitter, ungkapan Trump tersebut mengindikasikan bahwa sang presiden "tidak berencana memfasilitasi transisi pemerintahan secara damai."
 
Dalam cuitan kedua, Trump menuliskan: "Kepada semua orang yang telah bertanya, saya tidak akan pergi ke pelantikan pada 20 Januari." Twiter menilai ungkapan ini dipandang para pendukung Trump sebagai konfirmasi lebih lanjut bahwa pemilu AS tidak sah.
 
Twitter menegaskan dua tulisan Trump tersebut merupakan "pelanggaran terhadap Kebijakan Glorifikasi Kekerasan."
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif