Pendukung Trump berdemo di Washington, tolak kemenangan Biden. Foto: AFP.
Pendukung Trump berdemo di Washington, tolak kemenangan Biden. Foto: AFP.

Polisi AS Meninggal Akibat Terluka dalam Serangan Pendukung Trump

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pendukung Trump Rusuh
Marcheilla Ariesta • 08 Januari 2021 19:41
Washington: Seorang petugas Kepolisian Capitol Amerika Serikat meninggal akibat penyerangan yang dilakukan massa pendukung Presiden Donald Trump. Ia menderita luka-luka sebelum akhirnya meninggal.
 
Ini merupakan kematian pertama penegak hukum dari kekerasan yang terjadi di Capitol, Rabu, 6 Januari 2021. Kerumunan orang masuk secara paksa ke gedung tersebut saat rapat pengesahan Joe Biden sebagai pemenang pemilu dilakukan.
 
Sebelumnya dilaporkan empat orang tewas, termasuk seorang perempuan yang ditembak polisi. Sedangkan tiga lainnya dilaporkan terluka di halaman Capitol, namun situasinya tetap tidak jelas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Petugas Brian Sicknick menanggapi kerusahaan pada Rabu, 6 Januari 2021 di Capitol AS dan terluka saat terlibat fisik dengan pengunjuk rasa," kata Kepolisian Capitol dalam pernyataan mereka, dilansir dari AFP, Jumat, 8 Januari 2021.
 
"Dia kembali ke kantor divisi dan pingsan. Dia langsung dibawa ke rumah sakit setempat dan meninggal akibat luka-lukanya," imbuh mereka.
 
Penyerangan Gedung Kongres AS oleh pendukung Trump terjadi pada Rabu lalu. Serangan ini sempat menghentikan penghitungan suara pemilu oleh Kongres untuk mengonfirmasi kemenangan Biden.
 
Namun, kini Biden resmi disahkan sebagai pemenang pemilu dan akan dilantik pada 21 Januari mendatang.
 
Baca juga: Juru Bicara Trump Tegaskan Presiden Kutuk Kerusuhan Gedung Capitol
 
Trump, melalui juru bicaranya, mengecam penyerangan tersebut. Meski demikian, ia sempat memprovokasi pendukungnya saat penyerangan bermula.
 
Penyerangan ini mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk para mantan presiden AS, seperti Barack Obama dan Bill Clinton. Bahkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut sebagai sosok yang patut dipersalahkan atas serangan itu.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif