Ilustrasi bendera LGBTQ./AFP
Ilustrasi bendera LGBTQ./AFP

Parlemen Rusia Setujui RUU Larang Propaganda LGBTQ

Marcheilla Ariesta • 25 November 2022 18:15
Moskow: Parlemen Rusia menyetujui RUU yang melarang semua bentuk 'propaganda' LGBTQ dengan suara bulat. Kesepakatan ini diambil pada Kamis, 24 November 2022.
 
Rusia sudah mengadopsi undang-undang larangan mengekspos 'propaganda gay' kepada anak di bawah umur.
 
RUU baru memperluas aturan ini untuk orang dewasa juga. Kremlin melarang semua bentuk 'propaganda gay' dalam berbagai platform, baik itu media, iklan, film, buku, hingga unggahan media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Propaganda pedofilia dan perubahan jenis kelamin juga akan dilarang. RUU tersebut memperkenalkan denda sampai RUB10 juta (setara Rp2,5 miliar) bagi orang yang melanggarnya.
 
RUU tersebut memerlukan dukungan majelis tinggi atau Dewan Federasi Rusia, serta Presiden Rusia Vladimir Putin. Tetapi, langkah-langkah itu hanya formalitas.
 
"Setiap propaganda hubungan non-tradisional akan memiliki konsekuensi," tegas Ketua Duma Rusia, Vyacheslav Volodin, dikutip dari AFP, Jumat, 25 November 2022.
 
Baca juga: Rusia Siap Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi Jika AS Bersedia
 
"Ini akan melindungi anak-anak kita dan masa depan negara kita dari kegelapan yang disebarkan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa," ujarnya.
 
Volodin mengatakan, pihak berwenang akan dapat mencegah penjualan barang dan memblokir situs yang memuat informasi terlarang tersebut. Perusahaan produksi film dan penerbit buku telah menyatakan keprihatinan atas perkembangan ini.
 
Mereka meyakini, RUU itu dapat mengakibatkan pelarangan film klasik seperti 'Lolita' karya Vladimir Nabokov. Film ini menceritakan obsesi seorang pria paruh baya terhadap gadis berusia 12 tahun.
 
"Film yang mempromosikan hubungan semacam itu tidak akan menerima sertifikat distribusi," jelas Duma.
 
Aktivis mengatakan, undang-undang baru meningkatkan tindakan keras terhadap hubungan seksual 'non-tradisional' di Rusia. Sebab, aturan ini melarang semua promosi publik tentang hak LGBTQ.
 
Mereka berjanji akan terus memperjuangkan hak-hak minoritas. "Kami berencana untuk melindungi orang dari undang-undang yang tidak masuk akal ini," ujar ketua organisasi Russian LGBT Network, Natalia Soloviova.
 
"LGBTQ tidak akan pergi, mereka masih membutuhkan bantuan dan dukungan kami," imbuh dia.
 
Belum ada kejelasan tentang konsekuensi pasti dari undang-undang baru tersebut. Para aktivis HAM memperingatkan, otoritas bisa saja menerapkannya tanpa pandang bulu.
 
Anggota parlemen senior mengaku RUU itu diperlukan lantaran kaitannya dengan invasi Rusia di Ukraina. Akibat ketegangan yang berkecamuk dengan negara-negara lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mempromosikan agenda yang semakin konservatif untuk menarik dukungan.
 
Putin menunjukkan bahwa negaranya menjadi lawan dari nilai-nilai liberal Barat. Dia berusaha menampilkan LGBTQ sebagai produk pengaruh Barat yang berbahaya. 
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif