Warga Ukraina turun ke jalan protes rencana invasi Rusia. Foto: AFP
Warga Ukraina turun ke jalan protes rencana invasi Rusia. Foto: AFP

Bank dan Kementerian Pertahanan Diretas, Ukraina Salahkan Rusia

Marcheilla Ariesta • 16 Februari 2022 12:06
Kiev: Ukraina salahkan Rusia atas serangan dunia maya yang mereka alami. Mereka diretas ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperingatkan ada lebih dari 150 ribu tentara Rusia masih dikumpulkan dekat perbatasan Ukraina.
 
Kemarin, kementerian pertahanan Rusia menerbitkan rekaman untuk menunjukkan bahwa mereka mengembalikan beberapa pasukan ke pangkalan setelah latihan. Biden mengatakan Amerika Serikat belum memverifikasi langkah tersebut.
 
Baca: AS Belum Verifikasi Klaim Putin Tarik Pasukan di Perbatasan.

Beberapa jam setelah pengumuman Moskow, Ukraina mengatakan jaringan online kementerian pertahanan dan dua bank kewalahan dalam apa yang disebut penolakan layanan terdistribusi. Manuver ini bekerja ketika peretas membanjiri jaringan dengan volume lalu lintas data yang luar biasa tinggi untuk melumpuhkannya.
 
Meskipun Kiev tidak menyebutkan siapa yang berada di balik insiden itu, sebuah pernyataan menyatakan pihaknya menunjuk Rusia.
 
"Tidak menutup kemungkinan bahwa penyerang menggunakan taktik trik kecil yang kotor karena rencana agresifnya tidak berhasil dalam skala besar," kata Pusat Komunikasi Strategis dan Keamanan Informasi Ukraina, dilansir dari Malay Mail, Rabu, 16 Februari 2022.
 
Pengguna Privatbank Ukraina melaporkan masalah dengan pembayaran dan aplikasi perbankan. Sementara Oshadbank mengatakan sistemnya melambat.
 
Layanan Keamanan Federal Rusia tidak segera membalas permintaan komentar terkait hal ini.
 
"Jika Rusia menyerang Amerika Serikat atau sekutu kami melalui cara asimetris seperti serangan siber yang mengganggu terhadap perusahaan kami atau infrastruktur penting, kami siap untuk menanggapinya," tutur Biden.
 
Baca: Dubes Rusia Menjawab Histeria Invasi ke Ukraina dan Mobilisasi Pasukan.
 
Seorang diplomat Eropa mengatakan peretasan itu mengkhawatirkan karena serangan militer penuh di Ukraina kemungkinan akan didahului oleh serangan dunia maya.
 
"Itu bisa berarti serangan fisik akan segera terjadi, atau bisa juga berarti Rusia terus mengacaukan Ukraina," ucap diplomat tersebut.
 
Meskipun serangan semacam itu sulit untuk diatribusikan, namun  diplomat itu mengatakan tidak ada keraguan bahwa Rusia berada di belakang mereka.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan