Washington: Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki menolak berkomentar mengenai laporan dugaan rencana pengiriman senjata dari Amerika Serikat ke Ukraina. Munculnya laporan ini terjadi di tengah ketegangan antara Ukraina dan Rusia, dan juga rumor mengenai kemungkinan terjadinya invasi oleh Moskow.
"Saya tidak punya apapun untuk disampaikan terkait hal itu," kata Psaki, saat ditanya apakah pemerintahan AS tengah mempertimbangkan mengirim peralatan dan persenjataan militer ke perbatasan Ukraina.
Sebelumnya, media CNN mengutip beberapa sumber yang mengatakan bahwa "pemerintahan (Presiden AS Joe) Biden tengah mempertimbangkan mengirim penasihat militer dan peralatan baru, termasuk senjata ke Ukraina."
Berdasarkan laporan CNN tersebut, dan dikutip oleh Tass, Selasa, 23 November 2021, beberapa sumber mengatakan bahwa "paket (persenjataan militer AS) dapat berupa sistem anti-tank Javelin, misil anti-baja, dan mortir."
Media Bloomberg juga mengutip beberapa sumber, yang melaporkan bahwa pemerintahan Biden telah menggelar pertemuan dengan sejumlah kolega Eropa dalam mengekspresikan kekhawatiran mengenai kemungkinan invasi Rusia ke wilayah Ukraina.
Baca: Menhan AS Pertanyakan Penumpukan Pasukan Rusia di Dekat Ukraina
Menurut klaim Bloomberg, penilaian AS terhadap rencana Rusia didasarkan pada data rahasia yang hanya dimiliki Washington. Namun, pemerintahan AS disebut menolak memaparkan informasi rahasia ini ke mitra-mitranya di Eropa.
Juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan kepada awak media pada Senin kemarin bahwa Moskow dengan jelas melihat niatan sejumlah media AS dalam menggambarkan Rusia sebagai ancaman terhadap Ukraina.
Peskov mengatakan, tanpa mengelaborasi, sikap sejumlah media AS itu bisa saja hanya untuk menutup-nutupi "tujuan agresif" yang mungkin disiapkan Ukraina.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan