Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Christophe PETIT TESSON / POOL / AFP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Christophe PETIT TESSON / POOL / AFP)

Emmanuel Macron Jadi Presiden Pertama Prancis yang 2 Kali Diundang ke AS

Medcom • 29 November 2022 11:40
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron menuju ke Washington, Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 29 November 2022, untuk membahas banyak masalah dengan Presiden AS Joe Biden, mulai dari menyelaraskan kebijakan tentang invasi Rusia ke Ukraina hingga meredakan ketegangan isu perdagangan.
 
Macron, pemimpin Prancis pertama yang dua kali mendapat undangan kenegaraan ke AS, akan disambut dengan gestur hormat senjata dan makan malam di Gedung Putih yang pernah diterimanya saat Negeri Paman Sam masih dipimpin Donald Trump di tahun 2018.
 
Tidak sendiri, Macron datang bersama rombongan menteri luar negeri, pertahanan dan keuangan serta jajaran pebisnis dan astronot. Delegasi ini menggambarkan jangkauan kerja sama trans atlantik yang diharapkan Paris terhadap Washington.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi seorang pejabat senior AS mengatakan kepada AFP bahwa meski ada kemajuan yang nyata di beberapa bidang, kunjungan Marcon kali ini adalah tentang hubungan pribadi serta kemitraan aliansi dua negara.
 
"Ada peluang besar untuk bekerja sama antara pemerintahan Biden dan Macron," kata Martin Quencez, wakil direktur lembaga pemikir GMF kantor Paris, dalam kutipan Rfi, 29 November 2022.
 
"Tetapi karena berbagai alasan, kerja sama dan koordinasi belum berjalan sejauh yang dibayangkan," lanjutnya.
 
Ketegangan antara Prancis dan AS telah mereda sejak setahun lalu, ketika Washington merebut kontrak menguntungkan dari Prancis terkait pasokan kapal selam untuk Australia. Kedua negara juga sempat bersitegang karena AS meluncurkan aliansi AUKUS dengan Inggris dan Australia dengan mengecualikan Prancis.
 
Menurut Celia Belin, seorang peneliti di Brookings Institution, kunjungan Macron pekan ini dapat dilihat sebagai puncak upaya AS dalam menenangkan Prancis, salah satu sekutu NATO yang merupakan suara terkuat dalam menyerukan otonomi strategis Eropa.
 
"Prancis tidak selalu mudah diatur, tetapi ketika Prancis dan Amerika setuju, hal itu sangat memajukan banyak hal," ungkapnya.
 
Terlepas dari dukungannya untuk Ukraina, Prancis terus mendorong adanya pembicaraan dengan Rusia untuk mengakhiri konflik. Sikap ini tidak mendapat dukungan dari AS.
 
Seorang penasihat kepresidenan Prancis mengatakan kepada awak media pekan lalu bahwa Macron berencana berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kunjungan ini kemungkinan baru bisa terwujud usai kunjungan Macron ke AS. (Mustafidhotul Ummah)
 
Baca:  Konflik Rusia-Ukraina: Macron Kecam Negara-Negara Netral, Termasuk Indonesia?
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif